Selasa, 20 Februari 2018

Sistem Integumen

SISTEM INTEGUMEN

Sistem integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berarti "penutup".Integumen merupakan suatu system yang sangat bervariasi; padanya terdapat sejumlah organ ataupun struktur tertentu dengan fungsi yang bermacam-macam. Sistem integumen dapat dianggap terdiri dari kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya.

KULIT

Kulit adalah lapisan terluar pada tubuh manusia. Kulit sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan sekitar, seperti panas matahari, debu, dan asap knalpot.Kulit yang sebenarnya yaitu lapisan penutup yang umumnya terdiri dua lapisan utama, letaknya sebelah luar dari jaringan ikat kendur yang meliputi otot dan struktur permukaan lain. Sedangkan derivate integumen yaitu struktur tertentu yang secara embryogenetik berasal dari salah satu atau kedua lapisan kulit sebenarnya. Struktur ini dapat berupa struktur yang lunak, seperti kelenjar eksresi, tetapi dapat juga berupa struktur keras dari kulit ini, dinamakan eksoskelet
Kulit dibagi menjadi 3 bagian: bagian terluar disebut epidermis, bagian tengah mesodermis, dan subcutan
A.EPIDERMIS.
Merupakan lapisan sel epitel berlapis membentuk keratin (bahan utama dari epidermis) kuku dan rambut ,agar sel-sel dibawahnya ,mencegah dan melindungi dari bahaya dehydrasi.
- Tebalnya di kulit biasa 0, 3 mm.
- Ditelapak tangan dan kaki tebalnya 1.5 mm.
- Waktu yang diperlukan dari lapisan yang paling bawah menjadi paling luar 30 hari.

Lapisan-lapisaannya :
1. Stratum corneum ,selnya sudah mati dan mengandung zat keratin.
2. Stratum lucidum ,butir-butir selnya jernih,tanfa inti dan protoplasma
Berubah menjadi protein.
3. Stratum Granulosum, selnya gepeng,berinti dan protoplasma berbutir
Besar.
4. Stratum Spinosum, sel bentuk dan besarnya berbeda karena proses
Mitosis.
5. Stratum basale,(sel germinativum ) cel ini terdapat paling dasar dari lapisan epidermis
- sel pembentuk melanin (melanosit) merupakan sel-sel berwarna muda mengandung pigmen-pigmen melanosom.


B. DERMIS ( CORIUM )
Bagian bawah dari epidermis yang keadaannya lebih tebal dan dilengkapi dengan pembuluh darah,pembuluh limpe,dan urat syaraf
Lapisan dermis (corium) ini terdiri dari 2 lapisan yaitu :
1. Pars Papilaris (Stratum Papilar), bagian atas yang berisi ujung saraf dan pembuluh darah dan pembuluh getah bening.
2. Pars Retikularis (Stratum Retikularis), bagian bawah yang terdiri dari serabut-serabut penunjang misalnya serabut kolagen, serabut elastin dan serabut retikulin
Serabut kolagen memberikan kekuatan pada kulit, serabut elsatis memberikan kelenturan pada kulit, serabut retikulin di sekitar kelenjar dan rambut memberikan kekuatan pada alat-alat tersebut.

C.SUBCUTAN
Subcutan terdiri dari kumpulan-kumpulan sel lemak yang dinamakan Adiposa yang tebalnya tidak sama pada tiap-tiap tempat atau juga pada laki-laki maupun perempuan. Guna lapisan adipose adalah sebagai bantalan terhadap tekanan pada trauma mekanis yang menimpa pada kulit, isolator panas (untuk mempertahankan suhu), penimbunan cadangan kalori, dan tambahan untuk kecantikan tubuh.
Dilapisan ini juga ujung-ujung syaraf tepi,pembuluh darah dan pembuluh
Getah bening.

Pembuluh darah dan syaraf.

Pembuluh darah kulit terdiri dari 2 bagian :
1. Anyaman pembuluh nadi kulit luar yang terdapat antara stratum papilaris dan stratum reticularis.
2. Anyaman pembuluh nadi kulit dalam. Yang terdapat anatara corneum dan subcutis
Pembuluh- pembuluh darah ini diperkirakan mensuplay 1/3 kebutuhan
Darah pada kulit.
Peeredaran darah pada kulit banyak /sedikitnya dipengaruhi oleh vasodilatasi dan vasokontraiksi akibat :
- Rangsangan dingin, panas,nyeri ,emosi,
- Vasodilatasi maka aliran darah ke permukaan kulit menjadi
meningkat sehingga konduksi panas

Minggu, 14 Maret 2010

muscular sistem

Muscular System 1:
The ability to move is an essential activity of the human body, which is made possible by the unique function of the contractility in muscles. Between 40%-45% of our body weight is composed of muscle mass.

Muscles are highly specialized tissues that enable the body and it's parts to move. There are over 650 different muscles in the human body. Muscles are responsible for all of our body movement. They allow us to move from place to place as well as performing involuntary functions such as the heart beating and breathing. Muscles give our bodies form and shape and they are responsible for producing most of our body heat.

All muscle cells shorten or contract by converting chemical energy obtained from food into mechanical energy that is translated into movement.

TYPES OF MUSCLES

skeletal- striated and voluntary
smooth or visceral - non striated or involuntary
cardiac- striated with intercalated disks

They can also be described as striated, spindle shaped and nonstriated because of the way the cells may look under a microscope. Each fine thread is called a muscle fiber.

SMOOTH OR VISCERAL MUSCLES
Smooth muscles are unmarked by any distinctive striations. Unattached to bones, they act slowly, so not tire easily and can remain contracted for a long time. They are also called involuntary muscles because they are not under conscious control. Their actions are controlled by the autonomic nervous system. Smooth muscles are found in the walls of the internal organs including the stomach, intestines and blood vessels. They help to push food through the alimentary canal , contract uterus and constrict or dilate the blood vessels.

CARDIAC MUSCLES
Cardiac muscles are found only in the heart. Cardiac muscles are striated and branched and they are involuntary. They contract rapidly and are very strong. Cardiac muscles require a continuous supply of O2 to be functional. These muscles also have unique dark bands that are called intercalated disks.

SKELETAL MUSCLES
A skeletal muscle is composed primarily of striated muscle cells and connective tissue. Most skeletal muscles attach to 2 bones that have a movable joint between them. Muscles extend from one bone across a joint to another bone. One of the two bones is usually more stationary than the other.
The muscle's attachment to this more stationary bone is called its origin. The muscle's attachment to the more movable bone is called the muscle's insertion. The rest of the muscle is called the body of the muscle.
The fleshy body parts are made of skeletal muscles.

Small fluid filled sacs called bursae lie between some tendons and bones, they are made up of connective tissue and are lined with synovial membranes which secrete the slippery lubricating fluid known as synovial fluid.

MICROSCOPIC CHARACTERISTICS OF MUSCLES
Muscle tissues consist of specialized contractile cells or muscle fibers that are grouped together in a highly organized way. Each muscle fiber is filled with two different kinds of very fine and threadlike structures called thick and thin myofilaments.

Thick myofilaments are formed from a protein called myosin and the thin myofilaments are formed mostly of a protein called actin.

The functional unit of the skeletal muscle is the sarcomere it is considered the contractile unit.
When looking under a microscope there are numerous arrangements of both thick and thin myofilaments which lie parallel to each other and overlap with a separating dark band called a Z band. A sarcomere is the length of the myofibrils between the Z bands.

Contraction of a muscle causes the two types of myofilaments to slide toward each other and shorten the sarcomere thus the muscle itself. When the muscle relaxes the sarcomere can return to its resting length and the filaments return to their resting positions.

Calcium is a vitally needed mineral for our muscles to function. Calcium is released into the cytoplasm when the muscle is stimulated to contract. In addition to calcium the shortening of a muscle cell requires energy. This is supplied by the breakdown of ATP molecules or the energy storage molecules of the cell.

CHARACTERISTICS OF MUSCLES

All muscles regardless of their type have 3 characteristics in common.
contractility: this quality is possessed by no other body tissue. When a muscle shortens or contracts, it reduces the distance between the parts of it's contents or the space it surrounds. The contraction of skeletal muscles which connect a pair of bones brings the attachment points together. This causes the bones to move or they can reduce the area in the heart chambers upon contraction or cause the diameter of the vessels to decrease upon contraction.
extensibility: which means the ability to be stretched. When we bend our forearm, the muscles on the back of it are stretched or extended
elasticity: means the ability of a muscle to return to it's original length when relaxing.
irritability: means that a muscle will respond to a stimulus.

FUNCTIONS OF A SKELETAL MUSCLE

The 3 primary functions of the muscular system are:
movement
posture or muscle tone
heat production
For any of these muscles to produce movement in any part of the body it must be able to exert a force upon a movable object. Muscles must be attached to bones for leverage in order to have something to pull against.
Muscles are attached to the bones by nonelastic cords called tendons. Bones are connected by joints. So when the skeletal muscles contracts the bone to which it is attached will move.
Muscles are attached at both ends to bones, cartilage, ligaments, tendons, skin and sometimes to each other.
Muscles move bones by pulling on them. As a rule only the insertion bone moves. The origin bone stays put, holding firm while the insertion bone moves toward it.

REMEMBER...A MUSCLE'S INSERTION BONE MOVES TOWARD ITS ORIGIN BONE.

The muscles of the body are arranged in pairs. One produces movement in a single direction called the prime mover. The other does so in the opposite direction is called the antagonist. This arrangement of muscles with opposite actions is known as an antagonist pair.
The synergist muscle is the muscle that helps the prime mover. A flexor muscle such as the biceps allows for bending. An extensor muscle allows for straightening or extension and an example of this would be the triceps.
Levator and depressor muscles raise and lower body parts. Dilator muscles assist with the decreasing or increasing of openings.

When muscles do their work to move body parts they also produce heat. Between 98.6-99.8 is the normal temperature to maintain body heat.

ATP or adenosine triphosphate must be present for muscles to contract. To produce ATP however, the cell requires O2 and glucose, which is supplied by our circulating blood.

When a muscle is stimulated ATP is released producing heat that our bodies need and the energy for the muscles to contract.

Types of contractions of the muscles
twitch- is a single stimulus
tetany- sustained contracture or lockjaw i.e. from Clostridium tetani
treppe- successive threshold of stimuli from the same intensity i.e. warm up of athletes

Muscle Tone

Muscle tone refers to the continued state of partial contraction present in the muscles.
Muscle tone maintains posture and makes sure that the body is ready for action. Skeletal muscles are stimulated to contract by special nerve cells called motor neurons. Acetylchoine is the neurotransmitter that diffuses across the synaptic cleft to stimulate the muscle fiber.

Rigor Mortis literally means the stiffness of death. Within a short time after death, the ATP breaks down so there is no longer any ATP available to bridge the actin and the myosin. Therefore, the myofilaments are blocked in a contracted or rigid position.
The rigor mortis can last for up to 2 days then the protein, which makes up the myofilaments breaks down and the rigor mortis subsides or disappears.

ISOTONIC CONTRACTION
when the tension exceeds the weight load and the muscle shortens and produces movement or when the muscle produces movement between two body parts
ISOMETRIC CONTRACTION
when tension increases but does not exceed the weight load, there is no shortening or movement or to say that there is an increased muscle tension without a production of movement.

MUSCLE FATIGUE
muscle fatigue happens when there is an increase in the lactic acid in the muscles
(lactic acid is a waste product of cell metabolism)

During vigorous activity the blood cannot transport enough O2 for glucose to be utilized. Without O2 muscles start to contract anerobically. After exercise, you must stop to rest and take in the O2 to change the lactic acid back to glucose.

MUSCULOSKELETAL DISORDERS

Retraining of an injured or unused muscle is a type of rehabilitation or therapeutic science.

MUSCLE ATROPHY
occurs to muscles, which are used infrequently. They shrink in size and they lose the muscle strength. An example of this is a stroke or a CVA where the muscles are understimulated and gradually waste away. Another example of this may be immobilization of a limb in a cast or abrace or from prolonged bed rest.
Muscle atrophy can be minimized by direct electrical stimulation, massage and electrical stimulation.

MYALGIA
is muscle pain and is characterized by many M-S disorders such as a strain or sprain.

FIBROMYOSITIS
this is when there is an inflammation of the tendon as in a charley horse. Charley horse versus cramps is the difference between a larger degree of inflammation and the potential for some muscle fiber damage with a charley horse to the imbalance of oxygen and the intricate balance of glucose, ATP, calcium and lactic acid associated with muscle cramping.

FLATFEET
result from a weakening of the leg muscles that support the arch. Muscle strength can be increased by exercise, massage, and electrical stimulation.

ABDOMINAL HERNIA
or a rupture may occur in a weak place in the muscular abdominal wall. It is caused by bulging of the intestine through an opening in the abdominal cavity normally containing it. An inguinal hernia is in the groin area.

MUSCLE HYPERTROPHY
is a condition in which the muscle enlarges and grows stronger. It results from overworking and overexercising. This leads to an increase in the diameter or the size of the muscle as opposed to an increase in the number of the muscle cells. This increase in girth then changes the force of the muscle's contraction.

STIFFNECK
may be due to an inflammation of the trapezius muscle. The rigidity is the result of an unusual overuse of a muscle or when looking at a sustained muscle contraction or spasm there may be an underlying injury of muscle fiber disorder.

TETANUS
is an infectious disease that is usually fatal. It is characterized by continuous spasms of the voluntary muscles. It is caused by Clostridium tetani, which can enter the body through an open wound, puncture wound or burn.

MUSCULAR DYSTROPHY
is not any one single disorder but a group of genetic diseases that is characterized by atrophy of skeletal muscle tissues. The cause remains unknown. Some forms are fatal. MD most often appears in childhood and the most common form of the disease is called Duchenne's MD where muscle atrophy is replaced by fat and fibrous tissue. Death is usually due to respiratory or cardiac muscle weakness.

MYASTHENIA GRAVIS
is a progressive muscular weakness and paralysis especially in the face or throat. It then progresses to a wider muscular involvement. The cause is unknown but is considered to be an immune disorder.

Kamis, 11 Maret 2010

Jumat, 27 November 2009

daun

I. TINJAUAN TEORISTIS
DAUN (Folium)

Daun termasuk organ pokok padaq tumbuhan . Pada umumnya bentuknya pipih bilateral, berwarna hijau , dan merupakan tempat utama terjadinya proses fotosintesis. Berkaiytan dengan itu daun memiliki stukture mulut daun yang berfungsi untuk pertukaran gas CO2, O2, dan uap air dari daun ke alam sekitar dan sebaliknya .Pada suku tumbuhan keladi ,untuk mempertahankan siklus air diujung daun memiliki stuktur daun hidatoda cone, sebagai tempat meneteskan air (guatsi) , Bentuk pipih dorso ventral dan menghadap kearah datangnya sinar memiliki logika untuk penangkapan sinar .
Daun merupakan tonjolan(adpendage) yang tumbuh pada buku batang dan memilki meristem ujung ( apical meristem) yang berpengaruh pada pembentukan ujung daun dan meritem interkalar yang berkembang menjadi bagian meristem lainnya . Perkembangan lebih lanjut , pada penampang melintang appendage memperlihatkan adanya :
1) Meristem adaksial merupakan meristem yang berkembang menjadi berkas pengangkut pada daun (urat daun)
2) Lateral yang berkembang menjadi bagian daging daun
3) Margianl yang perkembangganya mempengaruhi terbentuknya tepi daun
Daun biasanya tipis melebar, kay6a akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan auau daerah-daerah yang ditempati tumbuahn nampak hijau .Bagian tubuh tumbuhn ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Daun yang telah tua , kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda beda dengan daun yang masih segar . perbedaan wana ini kita lihat bila kita membandingkan warna antara daun yang madih muda dan daun yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau sungguh
Fungsi Daun :
1.Pngambilan zat-zat makanan berupa berupa gas CO2 dan menyerap O2
2.Pengolahan zat-zat makanan (amilum)
3.penguapan air (transpirasi)
4.Pernapasan ( transpirasi)


Bagian-bagian Daun
Daun lengkap mempunyai bagian-bagian berikut :
1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Helain daun (lamina)
Upih daun atau pelepah daun (vagina)
Seperti yang diuraikan diatas tidak semua daun yang berupih . Daun yang berupih umumnya hanya kita dapati pada taaman yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal saja ,antara lain pada suku rumput-rumputan, suku empon-empon, pisang dan golongan palma .Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga mempunyai fungsi antara lain :
1.Sebagai pelindung daun yagn masih muda
2.Memberi kekuatan pada tanaman. Dalam hal ini upih daun semunya membungkus batang ,sehingga batang tidak nampak , bahkan tampak sebagai batang dari luar .misalnya pada pidang . Batang yang nampak pada pisang itu sebenarnya buakn batang yang sesungguhnya melainkan batang semu

Tangkai daun (petiolus)
Tangkai daun me4rupakan baia daun yang medukung helainnya dan bertugas untuk menempatkan helain daun tadi pada posisi yag sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak-banyaknya. Umunya tangkai dau berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Jiak dilihat pada pangkal melinytangnya dapat kita jumpai kemungkinan-kemungkinan berikut :
1)Bulat dan berongga, mis tangkai dau pepaya(Carica papaya L)
2)Pipih da tepinya melebar (bersayap), mis pada jeruk (Citrus sp)
3)Bersegi
4)Setegah linkaran dan seringkali sisi diatasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti tangkai daun pisang


Helain daun (lamina)
Tumbuahan yang demikia banyak macam dan ragamnya mempunayi dan yang helainnya berbeda-beda pula baik mengenai bentuk, ukuran dan warnanya. Sebatang phon dapat mempunyai hanya beberapa helain daun saja, misalnay pisang, tetapi dapay pula sebatang pohon mempunyai ribuan daun, misalnya pada pohon beringin(ficus benjamina) .Apakah jumlah daun pada satu tumbuahan banyak atau sedikit umunya dapat dikatakan , bahwa ciri-ciri dau pada stu jeis tumbuhan adalah sama satu sama lain

Ujung Daun
Ujung daun dapat pula memperlihatkan bentuk yang beraneka ragam. Bentuk ujung daun yang sering kita jumpai :
1.Runcing (acutus),jika kedua tepi daun dikanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak dan membentuk sudut lansip. Ujung daun yang rucing lazim kita jumpai pada daun-daun bangun: bulat memanjang, lanset , segitiga, delta, dan belah ketupat. Sebagai contoh daun oleander (Nerium oleander)
2.Meruncing (Acuminatus), seperti pada ujung ysng runcing tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya lebih tinggi dari dugaan , higga uj7ung daun ampak sempit panjang da runcing, mis daun sitrat (Annona muricata)
3.Tumpul (Obsutus), tepi daun yang semula agak jauh dari ibu tulang , cepat menuju suatu titik pertemuan, hingga terbetuk sudut tumpul, sering kita jumpai pada daun bangun bulat telur terbalik atau bangun sudip . Misalnya ujung dau sawo kecik
4.Membulat (Rotundatus), seperti ujung yang tumpul , tetapi tidak terbetuk sudut sama sekali ,hingga ujung daun merupakan semacam suatu busur, terdapat pada daunyang bulat atau jorong, atau pada daun bangun ginjal .Misalnya ujug daun kaki kuda (Centella asiatica)
5.Rompang (Truncatus), ujung daun tampak debagai garis yang rata,misalnya ujung daun anak semanggi (Marsiella crenata)
6.Terbelah (Retusus),ujung daun justru memperlihatkan suatu lekukan,kadang-kadang amat jelas. Misalnnya ujung daun sidaguri (Sida retusa)



Asal-usul Daun :
1)Tonjolan yang tumbuah pada batang
2)Meristem apikal yang berpengaruh pada pembentuakn ujung daun
3)Meristem intercular yang berkembang menjadi meristem lainnya seperti meristem adaksial (berkembang mejadi berkas pengangkutan pada daun ), meristem lateral (berkembang menjadi ujung daun), meristem marginal (berkembang menjadi tepi daun)




II TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu :
1.Mengetahui karakter dan sifat dari daun
2.Mengamati bagian bagian daun
3.Mengetahui jenis-jenis daun
4.Membedakan antara daun majemuk dan daun tunggal
5.Menggambarkan bentuk dari daun

III ALAT DAN BAHAN

* Alat
No
Nama alat
Jumlah
1
Pisau silet
1 buah
2
Loop
1 buah
3
Pensil
1 buah
4
Penggaris
1 buah
5
Kertas gambar
1 buah

*Bahan
No
Nama
Jumlah
1
Acasia sp
1 tangkai
2
Bauhinia sp
1 tangkai
3
Calliandra sp
1 tangkai
4
Ficus sp
1 tangkai
5
Hibiscus sp
1 tangkai
6
Eucaliptus
1 tangkai


IV PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah yang silakukian dalam melakukan praktikum :
1)Mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa
2)Mengamati masing-masing daun yang dibawa
3)Menuliskan masing-masing karakter dari daun yang diamati
4)Menggambarkan masing-masing bentuk daun
5)Mengelompokkan daun atas daun majemuk dan daun tunggal
























HASIL PENGAMATAN








V JAWABAN PERTANYAAN

1.Apa fungsi terpenting dari tulang-tulang daun ?
Jawab: - Memberi kekuatan pada tulang daun
Jalan pengangkuatan zat-zat yang diambil tumbuhan dari tanah menuju kedaun
Jalan pengangkuatan hasil asimilasi dari daun ke bagian yang lain

2.Tuliskan perbedaan daun tunggal dan daun majemuk !
Jawab

No
Daun Tunggal
Daun Majemuk
1
Kuncup teletak pada ketiak tangkai daun
Kuncup tangkai induk memiliki 1/lebih helaian
2
Tangkai daun tidak bersegi
Tangkai daun bersegi
3
Hanya ada 1 pertumbuhan anak daun
Pertumbuahn anak dan banyak dan serempak
4
Daun gugur satu persatu
Gugur serempak dalam 1 sistem percabangan




















VII. DAFTAR PUSTAKA

1. Darmono. 1995. Daun tanaman. UI-Press. Jakarta
2. Lay, B.W. 1994. Fungsi daun. Raja Grafindo Persada. Jakarta
3. Suriawiria, U. 2003.Struktur berbagai tanaman. Alumni. Bandung.
4. Hamwan, M. 1988.Morfologi. 8th ed. London. Philadelphia. Med. Publ. Co. Ltd.
5. Suripto. 1997. Diktat Morfologi tumbuhan. Jurusan Biologi. Institut pertanian Bandung. Hal 110-159.











Medan,










Dosen/Asisten Praktikan


(Wahyu Hidayah) (Jakop.E.T.Hutapea)
Nim : 0712444012 Nim : 409141044
















Laporan Praktikum Morfologi Tumbuhan

PENGAMATAN DAUN (FOLIUM)

O
L
E
H

Nama : Jakop.E.T.Hutapea
Nim : 409141044
Kelas : Pend Biologi B 09







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

daun

I. TINJAUAN TEORISTIS
DAUN (Folium)

Daun termasuk organ pokok padaq tumbuhan . Pada umumnya bentuknya pipih bilateral, berwarna hijau , dan merupakan tempat utama terjadinya proses fotosintesis. Berkaiytan dengan itu daun memiliki stukture mulut daun yang berfungsi untuk pertukaran gas CO2, O2, dan uap air dari daun ke alam sekitar dan sebaliknya .Pada suku tumbuhan keladi ,untuk mempertahankan siklus air diujung daun memiliki stuktur daun hidatoda cone, sebagai tempat meneteskan air (guatsi) , Bentuk pipih dorso ventral dan menghadap kearah datangnya sinar memiliki logika untuk penangkapan sinar .
Daun merupakan tonjolan(adpendage) yang tumbuh pada buku batang dan memilki meristem ujung ( apical meristem) yang berpengaruh pada pembentukan ujung daun dan meritem interkalar yang berkembang menjadi bagian meristem lainnya . Perkembangan lebih lanjut , pada penampang melintang appendage memperlihatkan adanya :
1) Meristem adaksial merupakan meristem yang berkembang menjadi berkas pengangkut pada daun (urat daun)
2) Lateral yang berkembang menjadi bagian daging daun
3) Margianl yang perkembangganya mempengaruhi terbentuknya tepi daun
Daun biasanya tipis melebar, kay6a akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu daun berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan auau daerah-daerah yang ditempati tumbuahn nampak hijau .Bagian tubuh tumbuhn ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Daun yang telah tua , kemudian mati dan runtuh dari batang mempunyai warna yang berbeda beda dengan daun yang masih segar . perbedaan wana ini kita lihat bila kita membandingkan warna antara daun yang madih muda dan daun yang sudah dewasa biasanya berwarna hijau sungguh
Fungsi Daun :
1.Pngambilan zat-zat makanan berupa berupa gas CO2 dan menyerap O2
2.Pengolahan zat-zat makanan (amilum)
3.penguapan air (transpirasi)
4.Pernapasan ( transpirasi)


Bagian-bagian Daun
Daun lengkap mempunyai bagian-bagian berikut :
1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Helain daun (lamina)
Upih daun atau pelepah daun (vagina)
Seperti yang diuraikan diatas tidak semua daun yang berupih . Daun yang berupih umumnya hanya kita dapati pada taaman yang tergolong dalam tumbuhan yang berbiji tunggal saja ,antara lain pada suku rumput-rumputan, suku empon-empon, pisang dan golongan palma .Upih daun selain merupakan bagian daun yang melekat atau memeluk batang, juga mempunyai fungsi antara lain :
1.Sebagai pelindung daun yagn masih muda
2.Memberi kekuatan pada tanaman. Dalam hal ini upih daun semunya membungkus batang ,sehingga batang tidak nampak , bahkan tampak sebagai batang dari luar .misalnya pada pidang . Batang yang nampak pada pisang itu sebenarnya buakn batang yang sesungguhnya melainkan batang semu

Tangkai daun (petiolus)
Tangkai daun me4rupakan baia daun yang medukung helainnya dan bertugas untuk menempatkan helain daun tadi pada posisi yag sedemikian rupa, hingga dapat memperoleh cahaya matahari yang sebanyak-banyaknya. Umunya tangkai dau berbentuk silinder dengan sisi atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya. Jiak dilihat pada pangkal melinytangnya dapat kita jumpai kemungkinan-kemungkinan berikut :
1)Bulat dan berongga, mis tangkai dau pepaya(Carica papaya L)
2)Pipih da tepinya melebar (bersayap), mis pada jeruk (Citrus sp)
3)Bersegi
4)Setegah linkaran dan seringkali sisi diatasnya beralur dangkal atau beralur dalam seperti tangkai daun pisang


Helain daun (lamina)
Tumbuahan yang demikia banyak macam dan ragamnya mempunayi dan yang helainnya berbeda-beda pula baik mengenai bentuk, ukuran dan warnanya. Sebatang phon dapat mempunyai hanya beberapa helain daun saja, misalnay pisang, tetapi dapay pula sebatang pohon mempunyai ribuan daun, misalnya pada pohon beringin(ficus benjamina) .Apakah jumlah daun pada satu tumbuahan banyak atau sedikit umunya dapat dikatakan , bahwa ciri-ciri dau pada stu jeis tumbuhan adalah sama satu sama lain

Ujung Daun
Ujung daun dapat pula memperlihatkan bentuk yang beraneka ragam. Bentuk ujung daun yang sering kita jumpai :
1.Runcing (acutus),jika kedua tepi daun dikanan kiri ibu tulang sedikit demi sedikit menuju keatas dan pertemuannya pada puncak dan membentuk sudut lansip. Ujung daun yang rucing lazim kita jumpai pada daun-daun bangun: bulat memanjang, lanset , segitiga, delta, dan belah ketupat. Sebagai contoh daun oleander (Nerium oleander)
2.Meruncing (Acuminatus), seperti pada ujung ysng runcing tetapi titik pertemuan kedua tepi daunnya lebih tinggi dari dugaan , higga uj7ung daun ampak sempit panjang da runcing, mis daun sitrat (Annona muricata)
3.Tumpul (Obsutus), tepi daun yang semula agak jauh dari ibu tulang , cepat menuju suatu titik pertemuan, hingga terbetuk sudut tumpul, sering kita jumpai pada daun bangun bulat telur terbalik atau bangun sudip . Misalnya ujung dau sawo kecik
4.Membulat (Rotundatus), seperti ujung yang tumpul , tetapi tidak terbetuk sudut sama sekali ,hingga ujung daun merupakan semacam suatu busur, terdapat pada daunyang bulat atau jorong, atau pada daun bangun ginjal .Misalnya ujug daun kaki kuda (Centella asiatica)
5.Rompang (Truncatus), ujung daun tampak debagai garis yang rata,misalnya ujung daun anak semanggi (Marsiella crenata)
6.Terbelah (Retusus),ujung daun justru memperlihatkan suatu lekukan,kadang-kadang amat jelas. Misalnnya ujung daun sidaguri (Sida retusa)



Asal-usul Daun :
1)Tonjolan yang tumbuah pada batang
2)Meristem apikal yang berpengaruh pada pembentuakn ujung daun
3)Meristem intercular yang berkembang menjadi meristem lainnya seperti meristem adaksial (berkembang mejadi berkas pengangkutan pada daun ), meristem lateral (berkembang menjadi ujung daun), meristem marginal (berkembang menjadi tepi daun)




II TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu :
1.Mengetahui karakter dan sifat dari daun
2.Mengamati bagian bagian daun
3.Mengetahui jenis-jenis daun
4.Membedakan antara daun majemuk dan daun tunggal
5.Menggambarkan bentuk dari daun

III ALAT DAN BAHAN

* Alat
No
Nama alat
Jumlah
1
Pisau silet
1 buah
2
Loop
1 buah
3
Pensil
1 buah
4
Penggaris
1 buah
5
Kertas gambar
1 buah

*Bahan
No
Nama
Jumlah
1
Acasia sp
1 tangkai
2
Bauhinia sp
1 tangkai
3
Calliandra sp
1 tangkai
4
Ficus sp
1 tangkai
5
Hibiscus sp
1 tangkai
6
Eucaliptus
1 tangkai


IV PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah yang silakukian dalam melakukan praktikum :
1)Mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa
2)Mengamati masing-masing daun yang dibawa
3)Menuliskan masing-masing karakter dari daun yang diamati
4)Menggambarkan masing-masing bentuk daun
5)Mengelompokkan daun atas daun majemuk dan daun tunggal
























HASIL PENGAMATAN








V JAWABAN PERTANYAAN

1.Apa fungsi terpenting dari tulang-tulang daun ?
Jawab: - Memberi kekuatan pada tulang daun
Jalan pengangkuatan zat-zat yang diambil tumbuhan dari tanah menuju kedaun
Jalan pengangkuatan hasil asimilasi dari daun ke bagian yang lain

2.Tuliskan perbedaan daun tunggal dan daun majemuk !
Jawab

No
Daun Tunggal
Daun Majemuk
1
Kuncup teletak pada ketiak tangkai daun
Kuncup tangkai induk memiliki 1/lebih helaian
2
Tangkai daun tidak bersegi
Tangkai daun bersegi
3
Hanya ada 1 pertumbuhan anak daun
Pertumbuahn anak dan banyak dan serempak
4
Daun gugur satu persatu
Gugur serempak dalam 1 sistem percabangan




















VII. DAFTAR PUSTAKA

1. Darmono. 1995. Daun tanaman. UI-Press. Jakarta
2. Lay, B.W. 1994. Fungsi daun. Raja Grafindo Persada. Jakarta
3. Suriawiria, U. 2003.Struktur berbagai tanaman. Alumni. Bandung.
4. Hamwan, M. 1988.Morfologi. 8th ed. London. Philadelphia. Med. Publ. Co. Ltd.
5. Suripto. 1997. Diktat Morfologi tumbuhan. Jurusan Biologi. Institut pertanian Bandung. Hal 110-159.











Medan,










Dosen/Asisten Praktikan


(Wahyu Hidayah) (Jakop.E.T.Hutapea)
Nim : 0712444012 Nim : 409141044
















Laporan Praktikum Morfologi Tumbuhan

PENGAMATAN DAUN (FOLIUM)

O
L
E
H

Nama : Jakop.E.T.Hutapea
Nim : 409141044
Kelas : Pend Biologi B 09







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009




bunga

I TINJAUAN TEORISTIS


DAUN



Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).
Pada tumbuhan berbiji, tubuh tunbuhan merupakan generasi sporofit dan membentuk spora jantan pada daun pendukung mikrospora sebagai benang sari serta membentuk spora betina pada daun pendukung megaspora atau daun tersusun didalam putik. Alat kelamim daun tersusun didalam sistem percabangan seperti itu disebut bunga.
Berdasarkan posisinya, bunga dapat terdapat di ujung batang atau cabang serta ketiak daun. Bunga pada tumbuhan dapat berjumlah satu disebut tunbuahan berbunga tunggal (planta unifora) atau lebih dari satu disebut tumbuhan berbunga banyak (planta multifora) yang tersusun dalam satu susunan. Jika kita memperhatikan susunan suatu bunga , dapat kita ketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk warna disesuaikan untuk kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga biasanya batang itu terhenti pertumbuhannya, merupakan tnagkai dan dasar bunga, sedangkan daun-daunnya sebagian tetap seperti daun, hanya bentuk dan warnanya yang berubah, sebagian lagi mengala,`mi metamorfosis yang akhirnya menghasilkan calon individu baru.
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga . Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.


Fungsi bunga ;
1. Sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
2. Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
3. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
Dalam proses reproduksi generatif melalui dua tahap, yaitu: Penyerbukan/Polinasi/Persarian, adalah proses jatuhnya serbuk sari kekepala putik.
a. Anemogami, penyerbukan yang dibantu dengan angin
b. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu dengan air
c. Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu dengan hewan
- Kriptogami, penyerbukan yang dibantu dengan kelelawar
- Entomogami, penyerbukan yang dibantu dengan serangga
- Malakogami, penyerbukan yang dibantu dengan siput
d. Antrogami, penyerbukan yang dibantu dengan manusia


Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari dibagi menjadi:
1. Autogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga itu sendiri (penyerbukan sendiri)
2. Geitonogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga tetangga dalam satu pohon
3. Alogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga lain dari pohon lain
4. Bastar : sama seperti alogami namun beda varietas
Bagian-bagian bunga



Bagian-bagian bunga sempurna.
1. Bunga sempurna,
2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus),
4. Tangkai sari (filament)
5. Sumbu bunga (axis),
6. artikulasi,
7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar,
9. Benang sari (stamen),
10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum),
12. Serbuk sari (pollen),
13.Kepala sari (anther),
14. Perhiasan bunga (periantheum),
15 Mahkota bunga (corolla),
16. Kelopak bunga (calyx)



Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Bunga tidak sempurna bila memiliki salah satu kelamin baik bunga jantan ataupun bunga betina. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.Bunga tidak tidak lengkap bila Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
II TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu :
1.Mengetahui karakter dan sifat dari bunga
2.Mengamati bagian bagian bunga
3.Mengetahui jenis-jenis bunga
4.Membedakan antara bunga sempurna dan bunga lengkap
5.Menggambarkan bentuk dari bunga
6.Mengetahui simetri bunga


III ALAT DAN BAHAN


# Alat

No
Nama alat
Jumlah
1
Pisau silet
1 buah
2
Loop
1 buah
3
Pensil
1 buah
4
Penggaris
1 buah
5
Kertas gambar
1 buah



# Bahan


No
Nama
Jumlah
1
Acasia sp
1 tangkai
2
Bauhinia sp
1 tangkai
3
Calliandra sp
1 tangkai
4
Ficus sp
1 tangkai
5
Hibiscus sp
1 tangkai
6
Eucaliptus
1 tangkai






IV PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah yang silakukian dalam melakukan praktikum :
1)Mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa
2)Mengamati masing-masing bunga yang dibawa
3)Mencari simetri bunga
4)Menghitung jumlah putik dan kepala sari pada tiap-tiap bunga
5)Menuliskan masing-masing karakter dari bunga yang diamati
6)Menggambarkan masing-masing bentuk bunga
7)Mengelompokkan bunga atas bunga lengkap dan bunga tidak lengkap,bunga semperna dan bunga tidak sempurna







E. Hibiscus tiliaceus ( Bunga waru )


Keterangan :
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Benang sari


Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga sempurna
Simetri bilateral
Bentuk tajuk bunga corong
Dasar bunga kerucut






C. Helianthus annus ( Bunga matahari )


Keterangan:
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Ovarium
5.Tangkai


Identifikasi: - Merupakan bunga lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Bentuk dasar bunga mangkuk
Bentuk tajuk bunga tabung
Simertri radial







D. Chrysophogon aciculatus (Bunga rumput)


Keterangan :
1.Mahkota
2.Putik
3.Ovarium

Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Tidak memiliki kelopak
Tidak memiliki benang sari
Memiliki ovarium halus








VI JAWABAN PERTANYAAN

1. Apakah dalam satu suku ( famili ), bunga mempunyai bagian-bagian yang sama ?
Ya, pada sebagian suku mempunyai bentuk bunga yang sama , misalmya suku anggrek. Akan tetapi, sebagian suku lagi memikili bentuk bunga yang berbeda
2. Apakah bentuk ovarium bunga mempunyai tipe ovarium yang sama ?
Tidak , karena setiap bunga mempunyai bentuk ovarium yang berbeda .
3. Apakah perbedaan struktur daun kelopak dan daun mahkota ?

No
Daun Mahkota
Daun Kelopak
1
Umumnya bewarna-warni
Berwarna hijau
2
Tidak mempunayai klorofil
Mempunyai klorofil
3
Tidak dapat melakukan fotosintesis
Dapat melakukan fotosintesis
4
Memiliki permukaan halus
Permkaannya kasar

4. Bagaimana kedudukan ovarium yang saudara amati ?
1.Kedudukan ovarium bunga terletak dibawah tangkai putik atau dibawah tabung putik
2.Kedudukan ovarium bunga terletak pada tingkat yang sama dengan benang sari, mahkota dan kelopak.










VII DAFTAR PUSTAKA
Fahn, A. 1990. Plant Anatomi. 4th Ed. London, San Francisco: W.H. Freeman and Company, Butterwort-Heinemann Ltd.
Padua, L.S. de, N. Bunyapraphatsara dan R.H.M.J. Lemmerns (Editors). 199. Plant Resources of South-East Asia. Prosea Bogor, Indonesia.
Raven, P.H., R.F. Evert and S.E. Eichhorn. 1991. Biology of Plants. New York: Wort Publisher.
Stern, K.R. 2000. Introduction to Plant Biology. 8th Ed. New York: McGraw Hill.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. 266 hal. Edisi ke-14. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wilson, C.L. dan W.E. Loomis. 1966. Botany. 3rd Edition. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sudarnadi, H. (1996).Tumbuhan Monokotil. 133 Hal. Jakarta: Penebar Swadaya.
http//www.wilkipedia bunga.com













Medan, 2 Nopember 2009
Dosen/Asisten Praktikan




(Wahyu Hidayah) (Jakop E T Hutapea)
Nim :071244410058 Nim : 409141040



Laporan Praktikum Morfologi Tumbuhan

PENGAMATAN BUNGA (Flos)

O
L
E
H

Nama : Jakop E T Hutapea
Nim : 409141040
Kelas : BIO DIK B` 09







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

bunga

I TINJAUAN TEORISTIS
BUNGA
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).
Pada tumbuhan berbiji, tubuh tunbuhan merupakan generasi sporofit dan membentuk spora jantan pada daun pendukung mikrospora sebagai benang sari serta membentuk spora betina pada daun pendukung megaspora atau daun tersusun didalam putik. Alat kelamim daun tersusun didalam sistem percabangan seperti itu disebut bunga.
Berdasarkan posisinya, bunga dapat terdapat di ujung batang atau cabang serta ketiak daun. Bunga pada tumbuhan dapat berjumlah satu disebut tunbuahan berbunga tunggal (planta unifora) atau lebih dari satu disebut tumbuhan berbunga banyak (planta multifora) yang tersusun dalam satu susunan. Jika kita memperhatikan susunan suatu bunga , dapat kita ketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk warna disesuaikan untuk kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga biasanya batang itu terhenti pertumbuhannya, merupakan tnagkai dan dasar bunga, sedangkan daun-daunnya sebagian tetap seperti daun, hanya bentuk dan warnanya yang berubah, sebagian lagi mengala,`mi metamorfosis yang akhirnya menghasilkan calon individu baru.
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga . Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.


Fungsi bunga ;
1. Sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
2. Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
3. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
Dalam proses reproduksi generatif melalui dua tahap, yaitu: Penyerbukan/Polinasi/Persarian, adalah proses jatuhnya serbuk sari kekepala putik.
a. Anemogami, penyerbukan yang dibantu dengan angin
b. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu dengan air
c. Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu dengan hewan
- Kriptogami, penyerbukan yang dibantu dengan kelelawar
- Entomogami, penyerbukan yang dibantu dengan serangga
- Malakogami, penyerbukan yang dibantu dengan siput
d. Antrogami, penyerbukan yang dibantu dengan manusia


Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari dibagi menjadi:
1. Autogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga itu sendiri (penyerbukan sendiri)
2. Geitonogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga tetangga dalam satu pohon
3. Alogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga lain dari pohon lain
4. Bastar : sama seperti alogami namun beda varietas
Bagian-bagian bunga



Bagian-bagian bunga sempurna.
1. Bunga sempurna,
2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus),
4. Tangkai sari (filament)
5. Sumbu bunga (axis),
6. artikulasi,
7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar,
9. Benang sari (stamen),
10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum),
12. Serbuk sari (pollen),
13.Kepala sari (anther),
14. Perhiasan bunga (periantheum),
15 Mahkota bunga (corolla),
16. Kelopak bunga (calyx)



Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Bunga tidak sempurna bila memiliki salah satu kelamin baik bunga jantan ataupun bunga betina. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.Bunga tidak tidak lengkap bila Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
II TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu :
1.Mengetahui karakter dan sifat dari bunga
2.Mengamati bagian bagian bunga
3.Mengetahui jenis-jenis bunga
4.Membedakan antara bunga sempurna dan bunga lengkap
5.Menggambarkan bentuk dari bunga
6.Mengetahui simetri bunga


III ALAT DAN BAHAN


# Alat

No
Nama alat
Jumlah
1
Pisau silet
1 buah
2
Loop
1 buah
3
Pensil
1 buah
4
Penggaris
1 buah
5
Kertas gambar
1 buah



# Bahan


No
Nama
Jumlah
1
Acasia sp
1 tangkai
2
Bauhinia sp
1 tangkai
3
Calliandra sp
1 tangkai
4
Ficus sp
1 tangkai
5
Hibiscus sp
1 tangkai
6
Eucaliptus
1 tangkai






IV PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah yang silakukian dalam melakukan praktikum :
1)Mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa
2)Mengamati masing-masing bunga yang dibawa
3)Mencari simetri bunga
4)Menghitung jumlah putik dan kepala sari pada tiap-tiap bunga
5)Menuliskan masing-masing karakter dari bunga yang diamati
6)Menggambarkan masing-masing bentuk bunga
7)Mengelompokkan bunga atas bunga lengkap dan bunga tidak lengkap,bunga semperna dan bunga tidak sempurna







E. Hibiscus tiliaceus ( Bunga waru )


Keterangan :
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Benang sari


Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga sempurna
Simetri bilateral
Bentuk tajuk bunga corong
Dasar bunga kerucut






C. Helianthus annus ( Bunga matahari )


Keterangan:
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Ovarium
5.Tangkai


Identifikasi: - Merupakan bunga lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Bentuk dasar bunga mangkuk
Bentuk tajuk bunga tabung
Simertri radial







D. Chrysophogon aciculatus (Bunga rumput)


Keterangan :
1.Mahkota
2.Putik
3.Ovarium

Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Tidak memiliki kelopak
Tidak memiliki benang sari
Memiliki ovarium halus








VI JAWABAN PERTANYAAN

1. Apakah dalam satu suku ( famili ), bunga mempunyai bagian-bagian yang sama ?
Ya, pada sebagian suku mempunyai bentuk bunga yang sama , misalmya suku anggrek. Akan tetapi, sebagian suku lagi memikili bentuk bunga yang berbeda
2. Apakah bentuk ovarium bunga mempunyai tipe ovarium yang sama ?
Tidak , karena setiap bunga mempunyai bentuk ovarium yang berbeda .
3. Apakah perbedaan struktur daun kelopak dan daun mahkota ?

No
Daun Mahkota
Daun Kelopak
1
Umumnya bewarna-warni
Berwarna hijau
2
Tidak mempunayai klorofil
Mempunyai klorofil
3
Tidak dapat melakukan fotosintesis
Dapat melakukan fotosintesis
4
Memiliki permukaan halus
Permkaannya kasar

4. Bagaimana kedudukan ovarium yang saudara amati ?
1.Kedudukan ovarium bunga terletak dibawah tangkai putik atau dibawah tabung putik
2.Kedudukan ovarium bunga terletak pada tingkat yang sama dengan benang sari, mahkota dan kelopak.










VII DAFTAR PUSTAKA
Fahn, A. 1990. Plant Anatomi. 4th Ed. London, San Francisco: W.H. Freeman and Company, Butterwort-Heinemann Ltd.
Padua, L.S. de, N. Bunyapraphatsara dan R.H.M.J. Lemmerns (Editors). 199. Plant Resources of South-East Asia. Prosea Bogor, Indonesia.
Raven, P.H., R.F. Evert and S.E. Eichhorn. 1991. Biology of Plants. New York: Wort Publisher.
Stern, K.R. 2000. Introduction to Plant Biology. 8th Ed. New York: McGraw Hill.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. 266 hal. Edisi ke-14. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wilson, C.L. dan W.E. Loomis. 1966. Botany. 3rd Edition. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sudarnadi, H. (1996).Tumbuhan Monokotil. 133 Hal. Jakarta: Penebar Swadaya.
http//www.wilkipedia bunga.com













Medan, 2 Nopember 2009
Dosen/Asisten Praktikan




(Wahyu Hidayah) (Jakop E T Hutapea)
Nim :071244410058 Nim : 409141040



Laporan Praktikum Morfologi Tumbuhan

PENGAMATAN BUNGA (Flos)

O
L
E
H

Nama : Jakop E T Hutapea
Nim : 409141040
Kelas : BIO DIK B` 09







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

Lemak Dan Protein


-->
MENGURAIKAN PEMBENTUKAN DAN PEMBONGKARAN LEMAK DAN PROTEIN

1. LEMAK
Lemak merupakan komponen penting disetiap sel, yang terdiri dari unsur-unsur C, H, dan O. Seperti halya karbohidrat lemak merupakan subtrat penting dalam respirasi. Lemak disintesis dari protein atau karbohidrat melalui asetil koenzim A dan gliserol yang berasal dari PGAL Fosfogliseraldehida . Fungsi utama lemak adalah penyimpan energi . Kelebihan karbohidrat dapat dikonfersikan menjadi lemak. Antara lain dapat disimpan dalam kulit sebagai lemak subkutan, sekaligus melindungi terhadap kehilangan suhu badan yang berlebihan. Selain itu lemak ikut menentukan susunan fungsi membran
  1. Pembentukan Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya.
Sintesis Lemak dari Karbohidrat :
Glukosa diurai menjadi piruvat ———> gliserol.
Glukosa diubah ———> gula fosfat ———> asetilKo-A ———> asam lemak.
Gliserol + asam lemak ———> lemak.
Sintesis Lemak dari Protein:
Protein ————————> Asam Amino protease
Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dabulu, setelah itu memasuki daur Krebs. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat ———> Asetil Ko-A.Asam amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat, selanjutnya asam piruvat ——> gliserol ——> fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk lemak.
  1. Penguraian Lemak
Lemak dapat dibongkar menjadi asam lemak dan dan gliserol oleh lipase. Pembongkaran ini sangat penting untuk mendistribusikan lemak ke seluruh tubuh, sehingga dapat dipergunakan sebagai subtrat respirasi. Mula-mula lemak dibongkar ———>
gliserol ———> dihidroasetonfosfat ———> Fosfogliseraldehida yang merupakan zat antara dalam peristiwa glikolisis dan daur Krebs
  1. Jenis-jenis Lemak
Lemak dalam tubuh terdiri atas :
  1. Asam lemak ; Menurut penyelidikan, jumlah asam lemak dalam suatu jaringan tidak pernah banyak. Hal ini terjadi karena asam lemak hanya suatu zat antara, yaitu suatu zat yang harus cepat-cepat disusun ataupun di bongkar. Walaupun belum secara seksama dapat di ikuti perubahan hasil fotosintesis menjadi asam lemak tidak diragukan lagi. Hal ini dapar dibuktikan secara tidak langsung , bahwa jika cadangan karbohidrat berkurang , maka penyusunan lemak berkurang pula. Contoh asam lemak adalah asam stearat, asam palmitat, asam oleat dan asam linoelat
  2. Kolesterol
Fungsi kolesterol dalam tubuh antara lain :
- Merupakan zat esensial untuk membran sel tubuh
- Merupakan bahan pokok untuk pembentukan garam empedu yang sangat diperlukan untuk pencernaan makanan
- Merupakan bahan baku untuk membentuk hormon steroid, misalnya : progesterone dan estrogen pada wanita, testoteron pada pria, corticosteroid dan lain-lain.
Makanan yang mengandung kolesterol antara lain : goring-gorengan, daging, otak, jeroan (usus, hati, ginjal, paru-paru, jantung), kuning telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.
  1. Gliserol dapat terbentuk dari tranformasi karbohidrat yang merupakan salah satu hasil dari fotosintesis. Reduksi terhadap dihidrosiasetom fosfat merupakan awal reaksi terbentuknya gliserol
  2. Lipoprotein Lemak dalam tubuh diangkut dari suatu tempat ke tempat lain, karena lemak bersifat tidak larut dalam air, maka untuk mengangkut lemak tersebut diperlukan suatu alat pengangkut, yaitu apo-protein, suatu jenis protein
  3. Posfolipid Ialah senyawa lemak yang mengandung gugusan phosphat yang termasuk golongan ini ialah : Lecithin, cephalin, sphingosin, dan sphingomyelin. Kira-kira separo dari phospholipid plasma ialah lecithin. Kadar phospholipid plasma biasanya meninggi meninggi bersamaan dengan meningginya kadar chlolesterol plasma. Angka normal untuk orang dewasa dalam keadaan puasa antara 5 – 12 mg/ 100 ml sebagai P atau 125 – 130 mg/ 100 ml sebagai lecithin. Kadar ini tampak lebih tinggi pada usia lanjut.
2. Protein
Protein berasal dari kata proteios (Yunani) yang berarti bertingkat pertama. Istilah protein dikemukakan oleh Mulder ahli kimia Belanda pada tahun 1830-an. Protein didalam sel tersusun dari asam amino dan pembentukannya melibatkan DNA, RNA, dan Ribosom
  1. Fungsi Protein :
    • Sebagai zat pembangun enzim
    • Pengatur asam basa dalam darah
    • Keseimbangan cairan tubuh
    • Pembentuk antibodi
    • Sumber energi sesudah karbohidrat dan lemak
  2. Pembentukan Protein
Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel, melibatkan DNA, RNA dan Ribosom. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida.
Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai "pengatur sintesis protein". Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RN
  1. Penguraian Protein
Tahapan penguraian protein adalah protein dipecah oleh enzim protease dan enzim peptidase menjadi asam amino . Asam amino dapat masuk kejalur respirasi melalui cara transmisi (Pemindahan gugus amin- NH2) atau deaminase (pembuangan gugus amin). Dengan transmisi, asam amino dapat diubah menjadi asam karboksilat sehingga dapat masuk kejalur respirasi. Demikian pula sebaliknya , asam karboksilat dapat diubah menjadi asam amino.
  1. Asam Amino
Menurut penyelidikan, beberapa asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk keperluan sintesis protein tidak dapat dibentuk sendiri oleh tubuh. Asam amino tersebut dinamakan asam amino esensial. Yang termasuk kedalam asam amino esensial antara lain lisin, leusin, mentonin, fenilalanin, isoleusin, treosin, dan tritopan. Sedangkan asam amino yang terbentuk dari zat-zat lain yang terdapat dalam tubuh disebut asam amino non esensial. Yang tergolong kedalam asam amino non esensial adalah asam glutamat, asam aspartat, dan prolin. Asam amino yang dapat diubah menjadi glukosa adalah asam amino glukogenik , misalnya alanin, serin, glisin, sistein , metionin, dan tritopan. Asam amino yang dapat diubah menjadi asam lemak disebut adam amino ketogenik, antara lain fenilalanin, tirosin, leusin, isoleusin, dan lisin.
3. Hubungan Metabolisme Karbohidrat Dengan Lemak
Secara garis besar, metabolisme karbohidrat adalah sebagai berikut
  1. Glukosa ——> piruvat ——> asetil-KoA ——> siklus krebs ——>
energi + CO2 + H2O
  1. Gliserol memasuki jalur metaboisme karbohidrat daintara glukosa dan piruvat
  2. Asam lemak mengalami beta oksidasi menjadi unit-unit yang mengandung 2 gugus karbon mengikat 1 molekul KoA menjadi asetil-KoA yang dapat masuk ke jalur metabolisme karbohidrat.
Gliserol dapat berubah menjadi glukosa dan piruvat, tergantung kebutuhan sel akan energi. Jika sel tidak membutuhkan energi maka asetil-KoA yang berasal dari beta oksida akan dirakit kembali menjadi komponen lemak. Karbohidrat berlebihpun akan diubah menjadi lemak yang disimpan di jaringan lemak tubuh di bawah kulit .


3. Hubungan Metabolisme Karbohidrat Dengan Protein
Protein dalam keadaan dinamis yang secara bergantian dirombak dan dirakit kembali .Suatu molekul asam amino terdiri dari gugus karboksil (-COOH) dan gugus amino (-NH2). Jika kita perhatikan asam amino memiliki atom C dan H lebih banyak daripada atom O dan N . Atom C, H, O merupakan penyusun 85% dari bobot suatu asam amino. Ini berarti , dalam sintesis asam amino harus ada karbohidrat. Asam amino mengalami katabolisme dengan 3 cara yaitu sebagai berikut :
  1. Asam amino glukogenik diubah menjadi piruvat . Asam piruvat akan memasuki jalur metabolisme karbohidrat.
  2. Asam amino ketogenik diubah menjadi asetil-KoA yang dapat memasuki jalur metabolisme karbohidrat
  3. Asam amimo yang bukan gikogenik dan bukan ketogenik,misalnya asam glutamat, dideaminasi dan langdung memasuki siklus krebs
Melalui ketiga cara tersebut, akhirnya asam amino (protein ) dapat menghasilkan energi dakam bentuk ATP , karbondioksida, dan air seperti halnya karbohidrat.

Rabu, 07 Oktober 2009

Jaringan Dasar

JARINGAN DASAR

Pada vertebrata terdapat beberapa jaringan dasar.

A.JARINGAN EPITEL

Jaringan epitel membatasi permukaan bebas di dalam tubuh dan menutupi

permukaan tubuh. Misalnya kulit, ditutupi oleh epitelium yang dikenal sebagai

epidermis; saluran pencernaan makanan berikut turunannya, lumennya dibatasi oleh

epitelium.

Jaingan ini dibangun oleh sel-sel yang sejenis, tersusun selapis atau berlapis-lapis

dengan adhesi yang kuat antar sel, sehingga membangun lembaran-lembaran sel. Epitel

mempunyai permukaan bebas atau apeks yang membatasi lumen atau lingkungan dan

permukaan yang bertumpu pada membran basal yang disebut permukaan basal.

Membran basal terdiri dari lamina basal yang amorf, yang berbatasan dengan epitelium

dan suatu lamina retikular yang terdiri dari serabut kolagen tipe IV. Pembuluh darah

tidak menembus membran basal. Epitel mendapat makanannya melalui proses difusi.

Hubungan antar sel di bagian apeks dilengkapi dengan struktur adhesif yang

disebut kompleks hubungan. Kompleks hubungan ini memisahkan lingkungan dalam

organisma dari lingkungan luar yang mungkin merusak, toksik dan dapat menyebabkan

infeksi. Juga menyebabkan hubungan yang kuat antar sel. Kompleks hubungan dapat

dijumpai sebagai:

Zonula occludens atau “tight junction” merupakan suatu sabuk yang mengelilingi

apeks sel epitel. Bagian ini dibangun oleh anyaman tanggul-tanggul yang beranastomose

yang membangun hambatan (barrier) bagi pergerakan molekul-molekul dari lumen ke

kompartemen lateral ekstrasel.

Zonula adherens atau “intermediate junction” terdapat tepat di bawah zonula

occludens, berfungsi sebagai struktur adhesif antar sel. Macula adherens atau

“desmosom” berfungsi mengikat sel. “Gap junction” atau nexus berfungsi melalukan ionion

dan molekul-molekul kecil antar sel epitel yang berbatasan.

Pada hewan terdapat 3 jenis sel epitel. Epitel selapis terdiri dari 1 lapisan sel dan

semua sel melekat pada lamina basal. Epitel berlapis banyak terdiri dari beberapa

lapisan sel. Sel basal melekat pada lamina basal dan sel yang terdapat di permukaan

apikal membatasi rongga. Epitel berlapis banyak palsu tampak seperti epitel berlapis

banyak karena inti sel epitel terletak pada ketinggian yang berbeda-beda, tetapi semua sel

melekat pada lamina basal.

Penamaan suatu epitel ditentukan oleh jumlah lapisan sel dan bentuk sel epitel

yang membatasi rongga atau lingkungan, misalnya: epitel selapis silindris, epitel berlapis

banyak pipih, epitel kolumner berlapis semu bersilia.

B.JARINGAN IKAT

Jaringan ikat terdiri dari berbagai jenis sel, serabut dan substansi dasar yang

amorf. Terdapat 2 jenis jaringan ikat utama yaitu: jaringan ikat kendur, seperti di

mesenterium dan lamina propria; jaringan ikat padat, ada yang teratur dan ada yang tak

teratur. Yang teratur misalnya urat dan ligament, yang tidak teratur misalnya dermis dan

periosteum atau perikondrium.

Sel jaringan ikat

Sel-sel jaringan ikat meliputi:

Fibroblast. Sel ini mempunyai juluran-juluran sitoplasma atau berbentuk

kumparan. Struktur halus fibroblast menggambarkan sel yang berperan dalam sekresi

protein ekstraseluler, yaitu mempunyai sitoplasma yang kaya akan retikulum endoplasmik

kasar, alat golgi dan mitokondria yang menyolok. Fibroblas dapat dijumpai pada semua

jenis jaringan ikat dan mempunyai fungsi mensintesa dan mensekresikan protein seperti

kolagen, elastin dan berbagai macam proteoglikan.

Makrofag. Sel ini bila sedang aktif mempunyai juluran-juluran yang diperlukan

untuk pergerakan. Makrofag kaya akan lisosom dan fagosom. Makrofag ini merupakan

komponen penting dari sistem imun, oleh karena itu banyak dijumpai di nodus limf,

limpa, dan sumsum tulang.

“Mast cells”. Sel ini mengandung butir-butir heparin yang bertindak sebagai

antikoagulan dan mengikat Ig E. Mast cell terlibat dalam reaksi-reaksi peradangan dan

alergi. Sel ini mudah dijumpai pada lamina propria sistem pernafasan dan sistem

pencernaan makanan.

Serabut jaringan ikat

Komponen serabut jaringan ikat terdiri atas:

Serabut kolagen. Bagian ini dengan EM memperlihatkan pita-pita melintang

gelap terang secara berurutan dengan periodesitas 67 nm. Serabut kolagen dibangun oleh

serabut-serabut yang lebih halus terdiri dari subunit tropokolagen. Ada 4 jenis

tropokolagen, oleh karena itu terdapat 4 macam serabut kolagen yaitu kolagen tipe I,

terutama dapat dijumpai di tulang, urat, ligamen dermis, dan dentin gigi; kolagen tipe II,

terdapat di rawan; kolagen tipe III, terdapat berasosiasi dengan otot polos, saluran

pencernaan makanan dan uterus; kolagen tipe IV terdapat pada membran basal. Kolagen

merupakan protein yang paling luas penyebarannya.

Serabut elastin. Bagian ini dibangun oleh protein elastin dan bersifat sangat

elastis, oleh karena itu terdapat di wilayah-wilayah yang dapat meregang, mengembang,

dan mengendur kembali. Substansi dasar serabut elatin terdiri dari glikosaminoglikan.

Ada 5 kelas serabut elastin yaitu: kondroitin sulfat, terdapat di rawan, tulang, kulit, dan

kornea; hialuronik asid, terdapat di rawan, tali pusat, dan cairan bola mata; dermatan

sulfat, terdapat di kulit, pembuluh darah, katup jantung dan paru-paru; keratan sulfat

terdapat di kornea, rawan, dan nukleus pulposes; heparan sulfat dan heparin terdapat di

aorta, hati, paru-paru dan granula mast cells. Komponen protein serabut elastin disebut

proteoglikan.

Jaringan ikat dengan fungsi khusus

Jaringan ini meliputi jaringan lemak dan jaringan retikuler. Jaringan lemak

terutama dibangun oleh sel lemak, serabut kolagen, fibroblas, leukosit, makrofag, dan

kaya akan pembuluh darah. Jaringan lemak berfungsi sebagai penyimpan cadangan

makanan, bantal pelindung, dan berperan dalam termoregulasi.

Jaringan retikuler terdiri dari anyaman serabut-serabut retikulin yang argirofilik

dan sel retikuler yang mirip fibroblas. Sel retikuler ada yang fagositik dan berfungsi

sebagai penyaring. Jaringan retikuler dapat dijumpai di sekeliling pembuluh darah yang

kecil di hati, limpa, nodus limpa, dan sumsum tulang.

C. JARINGAN RAWAN

Fungsi jaringan rawan adalah sebagai jaringan penyokong yang lentur. Sama

seperti jaringan ikat, jaringan rawan terdiri dari kondrosit (sel rawan), serabut, dan

substansi dasar yang kaya akan proteoglikan dan glikoprotein. Substansi intersel yang

banyak jumlahnya disebut matriks rawan, sedangkan rongga-rongga tempat sel rawan

disebut lakuna. Rawan tidak mempunyai pembuluh darah dan saraf. Rawan memperoleh

makanan secara difusi dari kapiler dalam jaringan ikat di sekelilingnya

Ada 3 jenis rawan yaitu: rawan hialin, rawan elastin, dan rawan serabut.

Rawan hialin. Jenis ini paling banyak dijumpai, terutama pada saluran

pernafasan (larink, trakhea, bronkus), ujung ventral rusuk, dan pada permukaan

persendian tulang. Dalam keadaan segar, rawan hialin berwarna kebiru-biruan dan

tembus cahaya atau hialin. Rawan ini diselaputi oleh jaringan ikat yang disebut

perikondrium. Bagian yang dekat pada rawan mengandung banyak kondroblas yang

berperan dalam pertumbuhan aposisi dari rawan. Rawan hialin tumbuh sebagai hasil

pembelahan kondrosit di bagian tengah rawan yang disebut tumbuh interstitial.

Kondroblas dan kondrosit dari rawan yang sedang tumbuh memperlihatkan nukleolus

yang jelas, sitoplasma yang basofilik dengan retikulum endoplasmik kasar yang banyak,

dan alat golgi yang menonjol. Komponen utama matriks yang amorf pada rawan hialin

adalah glikosaminoglikan, terdiri dari 2 golongan utama: asam hialuronat dan sejenis

proteoglikan. Komponen serabut dari matriksnya adalah serabut kolagen yang

membangun 40% dari berat kering rawan hialin.

Rawan elastin. Rawan ini dapat dijumpai di daun telinga dan epiglottis, yang

dalam keadaan segar berwarna kekuning-kuningan. Matriksnya selain mengandung

serabut kolagen, juga mengandung banyak sekali serabut elastin. Rawan elastin

mempunyai perikondrium.

Rawan serabut. Jenis ini dapat ditemukan di diskus intervertebralis, simfisis

pubis, dan pada perlekatan ligamen dengan tulang. Dibandingkan dengan dua jenis rawan

lainnya, rawan serabut relatif mempunyai matriks yang banyak sekali jumlahnya dan

mengandung banyak sekali serabut kolagen jenis I. Rawan ini tidak mempunyai

perikondrium.

D. JARINGAN TULANG

Jaringan tulang merupakan struktur penunjang utama tubuh. Jaringan tulang

berfungsi sebagai tempat perlekatan otot, dan bersama-sama otot membangun alat gerak

tubuh, melindungi organ-organ vital di tengkorak dan rongga dada, menyimpan kalsium

yang dapat dimobilisasi bila diperlukan oleh tubuh, dan merupakan tempat

berlangsungnya hematopoiesis.

Jaringan tulang dibangun oleh sel tulang (osteosit), serabut kolagen, dan substansi

dasar yang amorf dengan matriks yang termineralisasi. Di samping osteosit, pada

jaringan tulang dijumpai pula osteoblas yang berfungsi mensintesa komponen organik

matriks, dan osteoklas yang merupakan sel raksasa berinti banyak dengan fungsi sebagai

perombak tulang. Karena matriks tulang mengalami kalsifikasi, maka pertukaran

metabolit antara osteosit dan kapiler darah berlangsung melalui juluran-juluran osteosit

yang terdapat dalam kanal-kanal halus yang menembus matriks tulang. Kanal halus ini

disebut kanalikuli.

Matriks tulang terdiri dari keping-keping atau pelat-pelat matriks yang disebut

lamela tulang. Bahan anorganik merupakan sekitar 50% dari berat kering matriks tulang,

sementara dalam matriks tulang juga banyak terdapat kalsium dan fosfor. Selain itu

terdapat pula bikarbonat, sitrat, magnesium, kalsium, dan natrium. Kalsium dan fosfor

membentuk kristal hidroksiapatit Ca10(PO4)6(HO)2, panjang dengan ukuran 40X25X3

nm. Bahan organik yang terdapat pada matriks tulang terdiri dari serabut kolagen (95%)

dan substansi dasar yang amorf yang terdiri dari glikoprotein dan glikosaminoglikan,

seperti keratin sulfat, kondroitin sulfat, dan asam hialuronat.

Pada hewan terdapat 2 jenis tulang, yaitu tulang kompak dan tulang bunga karang

(tulang spongiosa). Tulang kompak diselaputi oleh jaringan ikat yang disebut periosteum

yang dekat matriks tulang dan bersifat lebih seluler dan vaskuler. Permukaan tulang yang

membatasi rongga sumsum dilapisi oleh endosteum yang lebih tipis daripada periosteum.

Periosteum maupun endosteum mempunyai kemampuan untuk membentuk tulang baru.

.

Struktur tulang kompak

Terdapat 2 jenis penulangan. Penulangan intramembran dan penulangan

endokondral. Penulangan intramembran terjadi langsung di dalam jaringan ikat

(mesenkim), seperti pada pembentukan tulang dermal tengkorak, yaitu tulang parietal,

frontal, dan sebagian oksipital. Penulangan endokondral merupakan penulangan yang

mengganti model rawan tulang tersebut. Misalnya penulangan yang membentuk tulang

femur atau humerus.

E. JARINGAN OTOT

Jaringan otot berfungsi untuk melakukan gerakan. Terdapat 3 jenis jaringan otot

berdasarkan sifat morfologi dan fungsinya, yaitu:

Otot polos. Otot ini tersebar luas pada sistem kardiovaskuler, pencernaan

makanan, urogenital, dan pernafasan. Otot polos berkontraksi lambat dan tidak di bawah

kemauan, sebagian besar berada di bawah pengawasan sistem saraf otonom. Jaringan

otot terdiri dari sel otot berbentuk kumparan panjang berukuran 30-200 μm. Otot polos

mengandung miofilamen aktin dan miosin, tetapi tidak teratur seperti pada otot rangka,

Otot rangka. Otot rangka dibangun oleh berkas-berkas serabut otot yang berinti

banyak dimana serabut otot tersebut menggambarkan garis-garis melintang sebagaimana

terdapat pada Gambar 6. Kontraksi otot rangka sangat cepat dan kuat di bawah kemauan/

kesadaran (voluntary). Serabut otot rangka dibangun sebagai hasil fusi mioblas yang

membentuk sinsitium. Serabut otot rangka berinti banyak dan terletak di bagian tepi

serabut otot. Serabut otot rangka terdiri dari miofibril-miofibril. Miofibril dibangun oleh

berkas-berkas filamen aktin dan miosin dengan susunan yang teratur. Serabut otot ini

diselaputi oleh jaringan ikat kendur yang terdiri dari fibroblas dan serabut kolagen yang

disebut endomisium.

Serabut otot rangka membentuk berkas serabut otot yang disebut fasikulum otot

dan diselaputi oleh jaringan ikat yang disebut perimisium. Sejumlah fasikulum otot

membangun otot rangka, misalnya otot bisep, yang diselaputi oleh jaringan ikat yang

disebut epimisium.

Membran plasma serabut otot disebut sarkolema dan retikulum endoplasmiknya

disebut retikulum sarkoplasmik. Miofibril terdiri dari subunit struktural yang disebut

sarkomer dan merupakan unit kontraksi otot. Di dalam sarkomer dapat dijumpai susunan

yang teratur dari filamen-filamen tebal (miosin) dan filamen-filamen tipis (aktin).

Sarkomer memperlihatkan gambaran pola pita gelap dan terang. Pita utama adalah yang

gelap disebut pita A, sedangkan yang terang disebut pita I. Pita A ditempati oleh filamen

tebal secara utuh dan oleh sebagian filamen tipis, sedang pita I hanya berisikan filamen

tipis. Filamen-filamen tersebut tersusun sejajar menurut kepanjangan sarkomer. Filamen

tipis satu ujungnya melekat kepada garis Z. Di tengah-tengah pita A terdapat pita H yang

hanya berisikan bagian dari filamen tebal. Bila otot mengkerut, maka filamen-filamen

tersebut akan “sliding past one another”.

Retikulum sarkoplasmik adalah modifikasi dari retikulum endoplasmik,

merupakan bagian integral dari mekanisme yang mengatur konsentrasi kalsium di

sekeliling miofibril. Retikulum sarkoplasmik merupakan anyaman yang beranastomose

dari sistern yang saling berhubungan langsung dengan sistern terminal. Retikulum

sarkoplasmik terdapat mengelilingi berkas-berkas miofibril.

Di samping retikulum sarkoplasmik, terdapat pula sistem tubulus transversal.

Sistem ini merupakan invaginasi seperti jari dari sarkolema pada ketinggian pertemuan

pita I dengan pita A dalam suatu sarkomer, untuk selanjutnya membentuk sistem tubulus

yang bercabang-cabang dan beranastomose. Dengan demikian satu sarkomer dilayani

oleh dua sistem tubulus (T tubult). Satu tubulus T akan berhubungan dengan 2 sisterna

terminal membangun suatu triad.

Otot jantung. Sel otot jantung berbentuk serabut yang bercabang dan

beranastomose membentuk anyaman yang rapat. Selnya mempunyai satu inti dalam satu

serabut otot jantung. Seperti halnya serabut otot rangka, serabut otot jantung juga

memperlihatkan gambaran seran-lintang. Pertemuan antara cabang-cabang serabut otot

jantung membangun suatu hubungan yang kompleks, disebut keping interkalar. Pada

serabut otot ini terdapat tiga jenis hubungan utama: fasia adherens (desmosom) dan gap

junction. Mengandung banyak mitokondria dan endomisiumnya kaya akan pembuluh

darah. Otot jantung, seperti halnya otot rangka mempunyai sel-sel yang panjang seperti

serabut memperlihatkan garis-garis melintang. Pada tempat pertemuan sel jantung

dijumpai keping interkalar, suatu struktur yang khas bagi otot jantung. Otot jantung

berontraksi kuat, berirama, dan tidak di bawah kemauan (involuntary).

JARINGAN SARAF

Elemen seluler dasar dari sistem saraf adalah sel saraf (neuron) dengan struktur

yang sangat bervariasi. Fungsi jaringan saraf adalah menghantar impuls saraf. Selain itu

terdapat pula beberapa jenis sel glia (neuroglia) yang berfungsi menyokong dan

melindungi neuron dan juga memberi nutrisi.

Ada tiga tipe neuron yaitu neuron sensoris, neuron motoris, dan neuron asosiasi

Tiga tipe neuron: neuron sensoris, neuron motoris, neuron asosiasi

Sel saraf. Sel saraf merupakan saluran anatomis dan fungsional yang terdiri dari

badan sel (perikaryon) dan juluran-juluran sel yang disebut akson dan dendrit. Akson

biasanya tunggal, sedang dendrit banyak jumlahnya. Dendrit berfungsi menerima impuls

dan menghantarkannya ke badan sel, sedang akson berfungsi menghantar impuls dari

badan sel ke sel lain (sel saraf, otot, dan kelenjar). Bagian distal akson biasanya

bercabang-cabang membentuk pohon akhir (terminal arboration).

Badan neuron. Badan neuron mengandung nukleus dan sitoplasma. Pada badan

neuron juga terdapat RE kasar, ribosom bebas, mitokondria yang sangat banyak

jumlahnya, alat golgi, neurofilamen, dan mikrotubul. RE kasar dan ribosom bebas dapat

membentuk kelompok-kelompok yang terwarna kuat oleh pewarna basa, yang dengan

perantaraan mikroskop cahaya disebut badan Nissl. Dendrit tidak mengandung alat golgi,

mengandung RE kasar, ribosom, badan Nissl, mitokondria, neurofilamen, dan mikrotubul

yang lebih banyak ditemukan daripada di akson.

Akson. Akson diawali oleh suatu bagian berbentuk piramid yang disebut axon

hillock. RE kasar dan ribosom yang ditemukan di badan sel dan dendrit, tidak terdapat

dalam akson Hillock. Mikrotubul terdapat dalam berkas-berkas. Aksoplasma (sitoplasma

akson) terutama mengandung mitokondria, neurofilamen, dan mikrotubul. Akson

Struktur dan Perkembangan Hewan 14

diselaputi oleh mielin. Di dalam sistem saraf pusat, mielin dihasilkan oleh

oligodendrosit, sedang di sistem saraf periferi dihasilkan oleh sel Schwann.

Sinapsis.

Sinapsis merupakan tempat interaksi secara anatomis dan fungsional

antara neuron. Tidak terdapat kesinambungan sitoplasmik antara neuron pada sinapsis,

tetapi terdapat segregasi neuron oleh neurolemma. Ujung akson menggelembung, disebut

boutons, bagian ini kaya akan mitokondria dan vesikula sinaptik yang berdiameter 40-65

nm. Di antara membran presinapsis dan post sinapsis terdapat celah selebar 20 nm yang

disebut celah sinapsis. Vesikula sinaptik mengandung substansi yang disebut

neurotransmitter yang bertanggungjawab terhadap penghantaran impuls saraf melintasi

celah sinapsis.