MENGURAIKAN PEMBENTUKAN DAN PEMBONGKARAN LEMAK DAN PROTEIN
1. LEMAK
Lemak merupakan komponen penting disetiap sel, yang terdiri dari unsur-unsur C, H, dan O. Seperti halya karbohidrat lemak merupakan subtrat penting dalam respirasi. Lemak disintesis dari protein atau karbohidrat melalui asetil koenzim A dan gliserol yang berasal dari PGAL Fosfogliseraldehida . Fungsi utama lemak adalah penyimpan energi . Kelebihan karbohidrat dapat dikonfersikan menjadi lemak. Antara lain dapat disimpan dalam kulit sebagai lemak subkutan, sekaligus melindungi terhadap kehilangan suhu badan yang berlebihan. Selain itu lemak ikut menentukan susunan fungsi membran
Pembentukan Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme, ketiga zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut. Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan protein dan seterusnya.
Sintesis Lemak dari Karbohidrat :
Glukosa diurai menjadi piruvat ———> gliserol.
Glukosa diubah ———> gula fosfat ———> asetilKo-A ———> asam lemak.
Gliserol + asam lemak ———> lemak.
Sintesis Lemak dari Protein:
Protein ————————> Asam Amino protease
Sebelum terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dabulu, setelah itu memasuki daur Krebs. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat ———> Asetil Ko-A.Asam amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat, selanjutnya asam piruvat ——> gliserol ——> fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak akan mengalami esterifkasi membentuk lemak.
Penguraian Lemak
Lemak dapat dibongkar menjadi asam lemak dan dan gliserol oleh lipase. Pembongkaran ini sangat penting untuk mendistribusikan lemak ke seluruh tubuh, sehingga dapat dipergunakan sebagai subtrat respirasi. Mula-mula lemak dibongkar ———>
gliserol ———> dihidroasetonfosfat ———> Fosfogliseraldehida yang merupakan zat antara dalam peristiwa glikolisis dan daur Krebs
Jenis-jenis Lemak
Lemak dalam tubuh terdiri atas :
Asam lemak ; Menurut penyelidikan, jumlah asam lemak dalam suatu jaringan tidak pernah banyak. Hal ini terjadi karena asam lemak hanya suatu zat antara, yaitu suatu zat yang harus cepat-cepat disusun ataupun di bongkar. Walaupun belum secara seksama dapat di ikuti perubahan hasil fotosintesis menjadi asam lemak tidak diragukan lagi. Hal ini dapar dibuktikan secara tidak langsung , bahwa jika cadangan karbohidrat berkurang , maka penyusunan lemak berkurang pula. Contoh asam lemak adalah asam stearat, asam palmitat, asam oleat dan asam linoelat
Kolesterol
Fungsi kolesterol dalam tubuh antara lain :
- Merupakan zat esensial untuk membran sel tubuh
- Merupakan bahan pokok untuk pembentukan garam empedu yang sangat diperlukan untuk pencernaan makanan
- Merupakan bahan baku untuk membentuk hormon steroid, misalnya : progesterone dan estrogen pada wanita, testoteron pada pria, corticosteroid dan lain-lain.
Makanan yang mengandung kolesterol antara lain : goring-gorengan, daging, otak, jeroan (usus, hati, ginjal, paru-paru, jantung), kuning telur, kacang-kacangan, dan lain-lain.
Gliserol dapat terbentuk dari tranformasi karbohidrat yang merupakan salah satu hasil dari fotosintesis. Reduksi terhadap dihidrosiasetom fosfat merupakan awal reaksi terbentuknya gliserol
Lipoprotein Lemak dalam tubuh diangkut dari suatu tempat ke tempat lain, karena lemak bersifat tidak larut dalam air, maka untuk mengangkut lemak tersebut diperlukan suatu alat pengangkut, yaitu apo-protein, suatu jenis protein
Posfolipid Ialah senyawa lemak yang mengandung gugusan phosphat yang termasuk golongan ini ialah : Lecithin, cephalin, sphingosin, dan sphingomyelin. Kira-kira separo dari phospholipid plasma ialah lecithin. Kadar phospholipid plasma biasanya meninggi meninggi bersamaan dengan meningginya kadar chlolesterol plasma. Angka normal untuk orang dewasa dalam keadaan puasa antara 5 – 12 mg/ 100 ml sebagai P atau 125 – 130 mg/ 100 ml sebagai lecithin. Kadar ini tampak lebih tinggi pada usia lanjut.
2. Protein
Protein berasal dari kata proteios (Yunani) yang berarti bertingkat pertama. Istilah protein dikemukakan oleh Mulder ahli kimia Belanda pada tahun 1830-an. Protein didalam sel tersusun dari asam amino dan pembentukannya melibatkan DNA, RNA, dan Ribosom
Fungsi Protein :
Sebagai zat pembangun enzim
Pengatur asam basa dalam darah
Keseimbangan cairan tubuh
Pembentuk antibodi
Sumber energi sesudah karbohidrat dan lemak
Pembentukan Protein
Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel, melibatkan DNA, RNA dan Ribosom. Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida.
Setiap sel dari organisme mampu untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting sebagai "pengatur sintesis protein". Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RN
Penguraian Protein
Tahapan penguraian protein adalah protein dipecah oleh enzim protease dan enzim peptidase menjadi asam amino . Asam amino dapat masuk kejalur respirasi melalui cara transmisi (Pemindahan gugus amin- NH2) atau deaminase (pembuangan gugus amin). Dengan transmisi, asam amino dapat diubah menjadi asam karboksilat sehingga dapat masuk kejalur respirasi. Demikian pula sebaliknya , asam karboksilat dapat diubah menjadi asam amino.
Asam Amino
Menurut penyelidikan, beberapa asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk keperluan sintesis protein tidak dapat dibentuk sendiri oleh tubuh. Asam amino tersebut dinamakan asam amino esensial. Yang termasuk kedalam asam amino esensial antara lain lisin, leusin, mentonin, fenilalanin, isoleusin, treosin, dan tritopan. Sedangkan asam amino yang terbentuk dari zat-zat lain yang terdapat dalam tubuh disebut asam amino non esensial. Yang tergolong kedalam asam amino non esensial adalah asam glutamat, asam aspartat, dan prolin. Asam amino yang dapat diubah menjadi glukosa adalah asam amino glukogenik , misalnya alanin, serin, glisin, sistein , metionin, dan tritopan. Asam amino yang dapat diubah menjadi asam lemak disebut adam amino ketogenik, antara lain fenilalanin, tirosin, leusin, isoleusin, dan lisin.
3. Hubungan Metabolisme Karbohidrat Dengan Lemak
Secara garis besar, metabolisme karbohidrat adalah sebagai berikut
Gliserol memasuki jalur metaboisme karbohidrat daintara glukosa dan piruvat
Asam lemak mengalami beta oksidasi menjadi unit-unit yang mengandung 2 gugus karbon mengikat 1 molekul KoA menjadi asetil-KoA yang dapat masuk ke jalur metabolisme karbohidrat.
Gliserol dapat berubah menjadi glukosa dan piruvat, tergantung kebutuhan sel akan energi. Jika sel tidak membutuhkan energi maka asetil-KoA yang berasal dari beta oksida akan dirakit kembali menjadi komponen lemak. Karbohidrat berlebihpun akan diubah menjadi lemak yang disimpan di jaringan lemak tubuh di bawah kulit .
3. Hubungan Metabolisme Karbohidrat DenganProtein
Protein dalam keadaan dinamis yang secara bergantian dirombak dan dirakit kembali .Suatu molekul asam amino terdiri dari gugus karboksil (-COOH) dan gugus amino (-NH2). Jika kita perhatikan asam amino memiliki atom C dan H lebih banyak daripada atom O dan N . Atom C, H, O merupakan penyusun 85% dari bobot suatu asam amino. Ini berarti , dalam sintesis asam amino harus ada karbohidrat. Asam amino mengalami katabolisme dengan 3 cara yaitu sebagai berikut :
Asam amino glukogenik diubah menjadi piruvat . Asam piruvat akan memasuki jalur metabolisme karbohidrat.
Asam amino ketogenik diubah menjadi asetil-KoA yang dapat memasuki jalur metabolisme karbohidrat
Asam amimo yang bukan gikogenik dan bukan ketogenik,misalnya asam glutamat, dideaminasi dan langdung memasuki siklus krebs
Melalui ketiga cara tersebut, akhirnya asam amino (protein ) dapat menghasilkan energi dakam bentuk ATP , karbondioksida, dan air seperti halnya karbohidrat.
Stuktrur atom dalam ilmu kimia sangat penting artinya. Karena dalam struktur atom akan dipelajari tentang tatana atom yang merupkan bagian terkecil dari suatu materi tersusun atas partikel protnon, neutron, dan elekton. Dimana pertikel-partikel tersebut menetukan sifat-sifat dari suatu materi .
2 . Partikel Dasar Atom
A. Elektron
Sinar katoda pertama kali dipelajari secara mendalam oleh J.Plucker tahun 1858, yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Sinar katoda yang dipancarkan oleh katoda dalam sebuah tabung hampa bila dilewati
arus litrik
2. Sinar ini merambat pada garis lurus dari katoda, kecuali dikenai gaya dari luar.
3. Sinar katoda dibelokkan oleh medan listrik dan magnit; sehubungan dengan hal itu diperkirakan partikelnya bermuatan negatif.
4. Sifat ini trdiri dari partikel-partikel degan masa yang pasti, masa elektron 9,1076 x 10-28
5. Sifat sinar katoda (elektron ) adklah sama . Tak tergantung dari bahan apa katoda itu , macam gas yang ada pada tabung gas, macam kawat yang digunakan sebagai penghantar arus listrik ke katoda dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan arus listrik.
B. Proton
Sinar katoda mengalir kearah anoda. Tumbukan dengan sisa atom gas melepaskan elektron dari atom gas, menghasilkan ion yang bermuatan positif. Ion-ion ini menuju ke katoda negatif tetapi sebagian dari ion-ion ini lolos melewati lubang pada katoda dan merupakan arus partikel mengarah kesisi lain. Berkas sinar positif ini disebut sinar positif atau sinatr kannal
Moseley menyatakan bahwa atom hidrogen terdiri dari 1 proton, helium 2 proton, dan litium 3 proton dalam intinya. Jadi nomor atom pastilah banyak protonnya.Karena atom netral maka jumlah elektron harus sama dengan jumlah proton dalam suatu atom.
C. Neutron
Fakta menunjukan bahwa masa elektron tidak cukup untuk menjelaskan masa total atom. Hal ini mendorong para ilmuan untuk mencari suatu pertikel tidak bermuatan yang kehaduirannya dapat menjelaskan masa tambahan atom tanpa mengganggu kesetimbangan antar proton dan elektron . Pada tahun 1932, J Chadwik menemukn partikel tidak bermuatan , partikel ini disebut neutron .Neutron merupakan suatu partikel yang tidak bermuatan listrik dan mempunyai masa 1,0087 sma.
Dengan ditemukannya neutron, ahli kimia dapat mencocokkan sifat-sfat dasar atom dalam ketiga partikel dasar.Suatu atom dapat didepenisikan sebagai partikel netral yang tediri dari proton, neutron, dan elektron.
Nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron
Nomar masa = jumlah proton + jumlah elektron
Contoh soal
Berapa jumlah proton, elektron, dan neutron unsur 12mg24 .
Penyelesaian:
Untuk unsur netral maka nomor atom = jumlah proton = jumlah elektron
Jumlah proton (p) = 12
Jumlah elektron (e) = 12
Jumlah neutron = Nomor masa – jumlah proton
= 24 – 12 = 12
3 . Model Atom
A. Model atom Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan teori atom yang dapat menerangkan perubahan-perubahan kimia. Teori Atom yang dikemukakan Dalton adalah :
1. Zat terdiri dari partikel-partikel kecil yang disebut atom.
2. Atom suatu zat tidak dapat diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil, dan tidak dapat diubah menjadi partikel yang lebih kecil, dan tidak dapat diubah menjadi atom zat lain.
3. Atom-atom setiap zat adalah identik, artinya mempunyai bentuk, ukuran, dan masa yang sama .
4. Atom suatu zat berbeda sifat dengan atom zat lain.
5. Persekutua antara dua atom atau lebih akan menghasilakan “atom senyawa”
Akan tetapi, kemajuan yang sangat pesat pada dalam bidang sains pada awal abad ke 19 para ahli tidak sepenuhnya menerima teori atom dalam Dalton tersebut . Hal ini ditandai dengan banyaknya eksperimen yang dilakuakan terhadap materi . Dan keyakinan tak dapat terbagipun mulai goyah.
B. Model Atom Rutherford
Sekitar tahu8n 1911 Rutherford dan mahasiswanya Hans Geiger dan Ernest Marsden melakukan percobaan penghamburan sinar α yang dijatuhkan pada lempeng emas yang sangat tipis dan logam lain sebagai sasaran partikel α Yng berasal dari radioaktif .
1. Sebagian besar dari partikel α menembus lempeng logam tanpa pembelokan .
2. Sebagian (1 dari 20000) mengalami pembelokan setelah menembus lempeng logam.
3. dalam jumlah yang sama tidak menebus lempeng logam sama sekali tetapi berbalik arah ssuai datangnya arah sinar.
Akhirnya, Rutherford beranggapan bahwa atom terdiri dari inti yang sangat kecil sebagai pusat masa dan bermuatan positif, dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif.
C. Model Atom Niels Bohr
Pada tahun 1913 Niels Bohr mengemukakan postulat-postulatnya , yang selanjutnya dikenal dengan model atom Niels Bohr :
1. Elektron mengelilingi inti dalm lintasan yang berbentuk lingkaran yang disebut dengan orbit.
2. Elektron dalam keadaan ststioner tidak memancarkan energi sehingga energi elektron tidak berubah dan lintasan elektron tidak makin mengecil, tetapi tertentu dengan energi tertentu.
3. Elektron memiliki momentum anguler tertentu ,yang terakuantisasi dalam satuan h/2Л, h adalah \tapan Planck = 6,63 x 10-34
4. Perubahan energi dapat terjadi bila elektron berpindah dari lintasan yang satu dengan lintasan yang lain
D. Model Atom Mekanika Kuantum
Diparuh abad ke 20, mulai diketahui bahwa gelombang elektromagnetik , yang sebelumnya dianggap sebagai atom murni berperilaku seperti partikel(foton) . Fisikawan Prancis Louis Victor De Broglie mengasumsikan bahwa bersifat sebagai materi sebaliknya materi juga berperilaku seperti gelombang. De Broglie menggap setiap partikeldengan momentum p = mv disertai dengan gelombang dengan panjang gelombang
Fisikawan jerman Werner Karl Heinsberg menyatakan tidak mungkin menentukan sexara akurat posisi dan momentum secara simultan partikel yang sangat kecil semacam elektron. Untuk mengamati partikel seseorang harus meradiasi partikel dengan cahaya. Tumbukan antara partikel dengan poton akan mengubah posisi dan momentum partikel .
4 . Bilangan kuantum
Untuk mengetahui posisi yang tepat dari suatu elektron maka pada setiap elektron diberikan 4 harga bilangan utama :
A. Bilangan Kuantum Utama
Bilangan kuantum utama menunjukkan angka tingkat energi utama yang ditempati elektron pada keadaan dasar. Suatu atom berada dalam keadaan dasar jika elektron- elektronnuya menempati tingkat energi terendah . Ada 7 tingkat energi utama, ini sesuai dengan jumlah periode yang ada dalam sistem periodik .
Elektron pada kulit 1 memiliki harga n = 1. Elektron pada kulit ke 2 memiliki harga n = 2 dan seterusnya ,
B. Bilangan Kuantum Azimut
Bilangan kuantum azimut menyatakan sub tingkat energi yang mungkin ditempati oleh elektron dalam suatu tingkat energi tertentu . Bilangan kuantum azimut menyatakan bentuk orbital suatu atom .
Elektron di sub kulit s memiliki harga l = 0, sub kulit p memiliki l = 1, sub kulit d memiliki l= 2, sub kulit f memiliki l = 3.
C. Bilangan Kuantum Magnetik
Bilangan kuantum menyatakan orbital yang mungkin ditempati elektron. Sub kulit s memiliki 1 orbital , sub kulit p memiliki 3 orbital, sub kulit d memiliki 5 orbital dan sub kulit f memiliki 7 orbital.
Harga bilangan kuantum magnetik adalah –l s/d +l
Jika l = 0 maka m = 0
l = 1 maka m = -1, 0, +1
l = 2 maka m = -2, -1, 0, +1, +2
Contoh soal :
Berapa nilai yang diijinkan jika n = 3 ? Berapa banyak orbital yang mungkin jika n = 3 ?
Penyelesaian :
a. harga yang diijinkan untuk l = 0 sampai n-1 , sehingga jika n=3 ,maka n = 0, 1, 2
b. harga l menunjukkan bentuk orbital
Sebagaimana jawaban (a) jika n = 3, l berharga 0, 1, 2 .Masing-masing harga l itu mempunyai m berharga 0 untuk l = 0
+1, 0, -1 untuk l = 1
+2, +1, 0, -1, -2 untuk l = 2
Jadi jumlah total orbital jika n = 3 adalah 9
D. Bilangan Kuantum Spin
Bilangan kuantum spins menyatakan arah rotasi dari elektron dalam orbital.
Dua buah elektron yang mengisi setiap orbital memiliki harga s = +1/2 dan s = -1/2
5 . Konfigurasi Elektron
Setiap sub kulit memiliki dsejumlah orbital tertentu serta setiap orbital maksimum ditempati oleh dua elektron . Orbital yang berisi 2 elektron disebut orbital penuh,berisi 1 elektron disebut orbital setengah penuh , jika tidak mengandung elektron disebut orbital kosong
Hubungan Jumlah Orbital dan Jumlah Elektron Maksimum Setiap Sub Kulit
Sub kulit
Jumlah Orbital
Elektron Maksimum
s
p
d
f
1
3
5
7
2
6
10
14
Pengisian elektrom pada setiap orbital pada setiap sub kulit tidaklah sembarangan, melainkan mengikuti hikum-hukum yang bersifat periodik :
a. Aturan Aufbau
Aturan Aufbau menjelaskan bahwa elektron mulai mengisi orbital dari tingkat energi yang terendah ke tingkat energi yang lebih tinggi.Urutan pengisian pada setiap sub kulit adalah sebagai berikut :
1s
2s 2p
3s 3p 3d
4s 4p 4d 4f
5s 5p 5d 5f
6s 6p 6d
7s 7p
Urutan tersebut berdasarkan kenaikan tingkat energi .Jadi salah jika orbital sub kulit 3d terlebih dahulu diisi baru 4s , karena tingkat energi 3d jauh lebih tinggi dari 4s.
Contoh soal :
1. a.Tentukan konfigurasi elektron 26Fe
b.Berapakah jumlah elektron tiap kulit ?
a. 26Fe = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1.
b. Kulit 1 (K) = 1s2
c. Kulit 2 (L) = 2s2 2p6
d. Kulit 3 (M) = 3s2 3p6
e. Kulit 4 (N) =
b. Aturan Hunt
Hunt menyatakan bahwa pengisian orbital pada sub kulit ( tingkat energi ) yang sama tidak akan berpasangan sebelum semua orbital setingkat diisi oleh sebuah elektron
c. Larangan Pauli
Wolfgang Pauli menyatakan bahwa tidak mungkin terdapat pada dua elektron dalam satu atom memiliki 4 bilangan kuantum yang sama. Dua elektron dapat memiliki bilangan kuantum, bilangan kuantum magnetik, dan bilangan kuantum azimut yang sama, namun bilangan spinnya akan berbeda .Hak ini terjadi karena arah perputaran sumbu yang saling berlawanan .