Jumat, 27 November 2009

bunga

I TINJAUAN TEORISTIS


DAUN



Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan bunga).
Pada tumbuhan berbiji, tubuh tunbuhan merupakan generasi sporofit dan membentuk spora jantan pada daun pendukung mikrospora sebagai benang sari serta membentuk spora betina pada daun pendukung megaspora atau daun tersusun didalam putik. Alat kelamim daun tersusun didalam sistem percabangan seperti itu disebut bunga.
Berdasarkan posisinya, bunga dapat terdapat di ujung batang atau cabang serta ketiak daun. Bunga pada tumbuhan dapat berjumlah satu disebut tunbuahan berbunga tunggal (planta unifora) atau lebih dari satu disebut tumbuhan berbunga banyak (planta multifora) yang tersusun dalam satu susunan. Jika kita memperhatikan susunan suatu bunga , dapat kita ketahui bahwa bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun) yang bentuk warna disesuaikan untuk kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Tunas yang mengalami perubahan bentuk menjadi bunga biasanya batang itu terhenti pertumbuhannya, merupakan tnagkai dan dasar bunga, sedangkan daun-daunnya sebagian tetap seperti daun, hanya bentuk dan warnanya yang berubah, sebagian lagi mengala,`mi metamorfosis yang akhirnya menghasilkan calon individu baru.
Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson. Ada dua bentuk bunga berdasar simetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga . Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang membawa biji.


Fungsi bunga ;
1. Sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
2. Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
3. Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
Dalam proses reproduksi generatif melalui dua tahap, yaitu: Penyerbukan/Polinasi/Persarian, adalah proses jatuhnya serbuk sari kekepala putik.
a. Anemogami, penyerbukan yang dibantu dengan angin
b. Hidrogami, penyerbukan yang dibantu dengan air
c. Zoidiogami, penyerbukan yang dibantu dengan hewan
- Kriptogami, penyerbukan yang dibantu dengan kelelawar
- Entomogami, penyerbukan yang dibantu dengan serangga
- Malakogami, penyerbukan yang dibantu dengan siput
d. Antrogami, penyerbukan yang dibantu dengan manusia


Macam penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari dibagi menjadi:
1. Autogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga itu sendiri (penyerbukan sendiri)
2. Geitonogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga tetangga dalam satu pohon
3. Alogami : penyerbukan yang serbuksarinya berasal dari bunga lain dari pohon lain
4. Bastar : sama seperti alogami namun beda varietas
Bagian-bagian bunga



Bagian-bagian bunga sempurna.
1. Bunga sempurna,
2. Kepala putik (stigma),
3. Tangkai putik (stilus),
4. Tangkai sari (filament)
5. Sumbu bunga (axis),
6. artikulasi,
7. Tangkai bunga (pedicel),
8.Kelenjar nektar,
9. Benang sari (stamen),
10. Bakal buah (ovum),
11. Bakal biji (ovulum),
12. Serbuk sari (pollen),
13.Kepala sari (anther),
14. Perhiasan bunga (periantheum),
15 Mahkota bunga (corolla),
16. Kelopak bunga (calyx)



Bunga disebut bunga sempurna bila memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian disebut bunga banci atau hermafrodit. Bunga tidak sempurna bila memiliki salah satu kelamin baik bunga jantan ataupun bunga betina. Suatu bunga dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian utama bunga.Bunga tidak tidak lengkap bila Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam) adalah sebagai berikut:
Kelopak bunga atau calyx;
Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain. Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya: tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
II TUJUAN PRAKTIKUM
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum yaitu :
1.Mengetahui karakter dan sifat dari bunga
2.Mengamati bagian bagian bunga
3.Mengetahui jenis-jenis bunga
4.Membedakan antara bunga sempurna dan bunga lengkap
5.Menggambarkan bentuk dari bunga
6.Mengetahui simetri bunga


III ALAT DAN BAHAN


# Alat

No
Nama alat
Jumlah
1
Pisau silet
1 buah
2
Loop
1 buah
3
Pensil
1 buah
4
Penggaris
1 buah
5
Kertas gambar
1 buah



# Bahan


No
Nama
Jumlah
1
Acasia sp
1 tangkai
2
Bauhinia sp
1 tangkai
3
Calliandra sp
1 tangkai
4
Ficus sp
1 tangkai
5
Hibiscus sp
1 tangkai
6
Eucaliptus
1 tangkai






IV PROSEDUR KERJA

Langkah-langkah yang silakukian dalam melakukan praktikum :
1)Mempersiapkan alat dan bahan yang telah dibawa
2)Mengamati masing-masing bunga yang dibawa
3)Mencari simetri bunga
4)Menghitung jumlah putik dan kepala sari pada tiap-tiap bunga
5)Menuliskan masing-masing karakter dari bunga yang diamati
6)Menggambarkan masing-masing bentuk bunga
7)Mengelompokkan bunga atas bunga lengkap dan bunga tidak lengkap,bunga semperna dan bunga tidak sempurna







E. Hibiscus tiliaceus ( Bunga waru )


Keterangan :
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Benang sari


Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga sempurna
Simetri bilateral
Bentuk tajuk bunga corong
Dasar bunga kerucut






C. Helianthus annus ( Bunga matahari )


Keterangan:
1.Mahkota
2.Kelpak
3.Putik
4.Ovarium
5.Tangkai


Identifikasi: - Merupakan bunga lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Bentuk dasar bunga mangkuk
Bentuk tajuk bunga tabung
Simertri radial







D. Chrysophogon aciculatus (Bunga rumput)


Keterangan :
1.Mahkota
2.Putik
3.Ovarium

Identifikasi: - Merupakan bunga tidak lengkap
Merupakan bunga tidak sempurna
Tidak memiliki kelopak
Tidak memiliki benang sari
Memiliki ovarium halus








VI JAWABAN PERTANYAAN

1. Apakah dalam satu suku ( famili ), bunga mempunyai bagian-bagian yang sama ?
Ya, pada sebagian suku mempunyai bentuk bunga yang sama , misalmya suku anggrek. Akan tetapi, sebagian suku lagi memikili bentuk bunga yang berbeda
2. Apakah bentuk ovarium bunga mempunyai tipe ovarium yang sama ?
Tidak , karena setiap bunga mempunyai bentuk ovarium yang berbeda .
3. Apakah perbedaan struktur daun kelopak dan daun mahkota ?

No
Daun Mahkota
Daun Kelopak
1
Umumnya bewarna-warni
Berwarna hijau
2
Tidak mempunayai klorofil
Mempunyai klorofil
3
Tidak dapat melakukan fotosintesis
Dapat melakukan fotosintesis
4
Memiliki permukaan halus
Permkaannya kasar

4. Bagaimana kedudukan ovarium yang saudara amati ?
1.Kedudukan ovarium bunga terletak dibawah tangkai putik atau dibawah tabung putik
2.Kedudukan ovarium bunga terletak pada tingkat yang sama dengan benang sari, mahkota dan kelopak.










VII DAFTAR PUSTAKA
Fahn, A. 1990. Plant Anatomi. 4th Ed. London, San Francisco: W.H. Freeman and Company, Butterwort-Heinemann Ltd.
Padua, L.S. de, N. Bunyapraphatsara dan R.H.M.J. Lemmerns (Editors). 199. Plant Resources of South-East Asia. Prosea Bogor, Indonesia.
Raven, P.H., R.F. Evert and S.E. Eichhorn. 1991. Biology of Plants. New York: Wort Publisher.
Stern, K.R. 2000. Introduction to Plant Biology. 8th Ed. New York: McGraw Hill.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. 266 hal. Edisi ke-14. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wilson, C.L. dan W.E. Loomis. 1966. Botany. 3rd Edition. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Sudarnadi, H. (1996).Tumbuhan Monokotil. 133 Hal. Jakarta: Penebar Swadaya.
http//www.wilkipedia bunga.com













Medan, 2 Nopember 2009
Dosen/Asisten Praktikan




(Wahyu Hidayah) (Jakop E T Hutapea)
Nim :071244410058 Nim : 409141040



Laporan Praktikum Morfologi Tumbuhan

PENGAMATAN BUNGA (Flos)

O
L
E
H

Nama : Jakop E T Hutapea
Nim : 409141040
Kelas : BIO DIK B` 09







JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar